Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Infeksi Pernafasan dan Penyakit Kulit Mengintai Pengungsi Bencana Hidrometeorologi

Pengendalian penyakit di wilayah terdampak bencana jauh lebih sulit dibandingkan daerah normal karena keterbatasan akses air bersih, fasilitas sanitasi, dan tempat tinggal layak.

Jumat, 26 Desember 2025
A A
Tim medis UGM memberi pelayanan kesehatan masyarakat terdampak bencana Sumatra di pengungsian. Foto Tim AHS UGM.

Tim medis UGM memberi pelayanan kesehatan masyarakat terdampak bencana Sumatra di pengungsian. Foto Tim AHS UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berasarkan Data Kementerian Kesehatan dalam Laporan Situasi Penyakit Potensi KLB/Wabah di wilayah Aceh pascabencana ekologis, sedikitnya ada 21.079 kasus dari sembilan jenis penyakit merebak pascabencana ekologis. Dari jumlah tersebut, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mencapai jumlah 9.731 kasus per Jumat, 19 Desember 2025.

Dokter spesialis paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sekaligus dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Ika Trisnawati menjelaskan, penyakit menular kerap menjadi persoalan utama pascabencana. Terutama ketika kondisi lingkungan tidak mendukung kebersihan dan sanitasi.

“Kalau pascabencana itu yang menjadi problem kesehatan adalah penyakit menular. Lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk menjadi media yang sangat baik bagi kuman untuk berkembang,” jelas Ika, Rabu, 24 Desember 2025.

Baca juga: Siklon Tropis Saat Libur Nataru, Waspada Potensi Hujan Lebat

Pengendalian penyakit di wilayah terdampak bencana jauh lebih sulit dibandingkan daerah normal karena keterbatasan akses air bersih, fasilitas sanitasi, dan tempat tinggal yang layak. Sehingga ISPA kerap muncul menjadi penyakit dominan setelah banjir.

Terdapat beberapa kelompok yang paling rentan terinfeksi ISPA. Kelompok tersebut antara lain anak-anak balita dan lansia. Pada anak-anak, sistem imunitasnya masih dalam masa perkembangan sehingga belum matang. Sedangkan pada usia lanjut, sistem imun mengalami penurunan seiring bertambahnya usia.

Selain faktor usia, kelompok dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan kanker juga memiliki risiko lebih tinggi. Tak kalah penting, Ika menyoroti kelompok perokok, yang kondisi paru-parunya lebih rentan mengalami perburukan saat terinfeksi ISPA karena sudah tidak optimal.

Baca juga: UGM dan IPB Siapkan Langkah Penanggulangan Dampak Bencana Sumatra

Dalam situasi keterbatasan pascabencana, ia menekankan pentingnya langkah proteksi diri bagi para korban. Evakuasi ke tempat yang lebih aman dan bersih menjadi langkah paling awal dan krusial, terutama bagi kelompok rentan.

Ia juga mengingatkan pentingnya alat pelindung diri seperti masker maupun alas kaki tertutup. Luka terbuka juga perlu diperhatikan untuk menghindari kontak dengan air atau lumpur yang terkontaminasi.

Gejala ISPA umumnya muncul pascabanjir, bukan saat kejadian berlangsung. Sebab lumpur dan partikel kering angin memudahkan virus bakteri masuk ke saluran pernapasan. Terkait dengan pengobatan, ia menegaskan penyakit ini disebabkan virus dan iritasi sehingga tidak semua membutuhkan antibiotik. Istirahat cukup, minum air banyak, nutrisi baik, dan vitamin cukup.

“Perlu hati-hati ya, antibiotik hanya diberikan jika ada komplikasi bakteri dan harus dengan resep dokter,” tegas dia.

Baca juga: Empat Orangutan Dipulangkan ke Indonesia di Tengah Perusakan Hutan Sumatra

Sementara peran pemerintah dan relawan dinilai sangat penting untuk mencegah meluasnya wabah penyakit pascabencana. Upaya yang perlu dilakukan meliputi penyediaan tempat pengungsian yang layak, air bersih, makanan bergizi, alat pelindung diri, serta pendirian pos kesehatan darurat.

“Deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting agar penyakit tidak berkembang menjadi wabah,” ujar dia.

Ika juga menyampaikan pesan kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana agar tetap menjaga kebersihan dan saling melindungi, meski dalam kondisi serba terbatas. Tetap berupaya menjaga kesehatan dan kebersihan, saling menjaga terutama kelompok rentan.

“Dan tentu saja, selalu ada harapan setelah cobaan. Tetap tawakal,” kata dia.

Baca juga: Hasil Permodelan Kecerdasan Buatan, Iklim 2026 Bersifat Normal

Penyakit kulit mengintai pengungsi

Salah satu risiko penyakit yang meningkat di pengungsian adalah kasus penyakit kulit. Kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan padat penghuni membuat para pengungsi rentan mengalami berbagai infeksi kulit.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana SumatraInfeksi ISPAInstitut Pertanian Bogor UniversityPengungsi BencanaPenyakit KulitUniversitas Gadjah Mada

Editor

Next Post
Tim rescue melakukan evakuasi korban longsor dan banjir di Kabupaten Pesisir Selatan,Sumbar, 9 Maret 2024. Foto Dok.BPBD Pesisir Selatan.

Percepat Pencarian Korban Bencana dengan Integrasi Drone, AI dan Telepon Pintar

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media