Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jaga Stok Pangan, Jokowi Instruksikan Sedot Air Tanah dan Sungai Lewat Pompanisasi

Rabu, 19 Juni 2024
A A
Presiden Jokowi meninjau proyek pompanisasi di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondang Rejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, 19 Juni 2024. Foto BPMI Setpres.

Presiden Jokowi meninjau proyek pompanisasi di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondang Rejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, 19 Juni 2024. Foto BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah menyalurkan 25 ribu pompa untuk pengairan pertanian pada 2024 yang ditargetkan meningkat hingga 75 ribu pompa ke depannya. Proyek nasional dengan pompa berdaya 8 PK hingga 18 PK ini tidak hanya terbatas pada satu daerah, tetapi mencakup distribusi puluhan ribu pompa air ke seluruh Indonesia.

“Pompanisasi ini akan memungkinkan lahan pertanian untuk mengairi area yang lebih luas,” kata Presiden Joko Widodo saat meninjau langsung implementasi pompanisasi di Desa Kalibeji, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 19 Juni 2024.

Harapannya, panen dimungkinkan bisa dilangsungkan 2-3 kali per tahun, dari yang sebelumnya hanya satu atau dua kali. Langkah ini dianggap kritikal untuk menjaga kestabilan stok pangan dan mengendalikan harga sembako di tengah kondisi global yang tidak menentu.

Baca Juga: Forum Cik Di Tiro Desak NU dan Muhammadiyah Tolak Tawaran Bisnis Tambang, Bisa Terjerumus Dosa Ekologis

Ia menyebutkan persiapan dan tindakan preventif penting untuk menghadapi perubahan iklim yang ekstrem.

“Semua negara sekarang ini produksinya turun karena gelombang panas, karena kekeringan panjang, karena El Nino. Itu yang ingin kami antisipasi,” ucap Jokowi.

Pompanisasi menjadi upaya pemerintah menghadapi potensi kekeringan yang diperkirakan akan berlangsung dari Juli hingga Oktober. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kemungkinan terjadinya gelombang panas dan kekeringan panjang.

Baca Juga: Rehabilitasi Mangrove dengan Alat Penahan Ombak dari Limbah Plastik

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi menyebutkan pemerintah telah memulai distribusi pompa air ke seluruh provinsi untuk memastikan produktivitas pertanian tetap stabil.

“Kalau di Jawa Tengah, dari total 4.300 pompa yang tersebar di 35 kabupaten dan kota, kami harapkan produktivitas bertambah 1,3 juta ton,” ujar Jokowi.

Ia menargetkan ada peningkatan total produksi padi di Jawa Tengah dari 8,9 juta ton menjadi sekitar 10,2 juta ton.

Baca Juga: Proyek Tambak Lorok Semarang Diklaim Bisa Kendalikan Banjir Rob 30 Tahun

Sebagai informasi, bantuan pompa air Kabupaten Semarang tahun ini berjumlah 47 unit, dengan potensi luas sawah tadah hujan di sana seluas 5.318 ha. Pompanisasi berpotensi meningkatkan produksi sebesar 26.590 ton atau naik 18.64 persen dari tahun 2023. Selain bantuan pompa, Kabupaten Semarang tercatat mendapat bantuan alat mesin pertanian lain berupa traktor roda 4 sejumlah 1 unit senilai Rp. 3,8 M. 3. Bantuan traktor roda 2 sejumlah 31 unit.

Bantuan pompa air juga diberikan kepada masyarakat untuk dikelola di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondang Rejo, Kabupaten Karanganyar.

“Pompanisasi ini tidak hanya di Jawa Tengah, tetapi di semua provinsi yang kami perkirakan pada bulan Juli, Agustus, September, Oktober akan terjadi kekeringan panjang,” ujar Jokowi.

Baca Juga: Bambang Hendroyono, Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Harus Melindungi Hak Masyarakat Lokal

Menyedot Air Tanah dan Sungai

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: pompa airpompanisasiproduktivitas pertaniansawah tadah hujan

Editor

Next Post
Tanaman kratom. Foto disnakertrans. kapuashulukab.go.id.

Sempat Dilarang, Pemerintah Mulai Lirik Budidaya Tanaman Kratom

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media