Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jaga Stok Pangan, Jokowi Instruksikan Sedot Air Tanah dan Sungai Lewat Pompanisasi

Rabu, 19 Juni 2024
A A
Presiden Jokowi meninjau proyek pompanisasi di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondang Rejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, 19 Juni 2024. Foto BPMI Setpres.

Presiden Jokowi meninjau proyek pompanisasi di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondang Rejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, 19 Juni 2024. Foto BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

Proyek pompanisasi ini melibatkan pengambilan air dari sungai dan air tanah untuk mendukung irigasi di musim kering. Ia juga menyatakan bahwa hujan buatan akan dimaksimalkan pada akhir musim hujan untuk mendukung upaya ini.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi di Istana Jakarta pada 14 Juni 2024, Jokowi meminta dilakukan pengecekan seluruh sungai di Indonesia untuk pemasangan pompa guna. Instruksi itu untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan-lahan sawah tadah hujan yang kering akibat gelombang panas ekstrem.

“Pompa air dari sungai, naikkan ke atas untuk mengairi sawah, baik itu sungai besar, sedang maupun kecil. Jangan biarkan air masuk ke laut, karena itu segera pompa,” kata Jokowi.

Baca Juga: Perjuangan Masyarakat Adat Awyu dan Moi Selamatkan Hutan Papua, DPR Sebut Miskomunikasi?

Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan TNI mendistribusikan pompa ke sejumlah daerah sentra. Sedikitnya lebih dari 1600 pompa sudah tersebar ke seluruh Indonesia.

Namun Jokowi meminta agar jajaran terkait membangun saluran-saluran irigasi, baik primer maupun sekunder. Dengan cara itu, seluruh waduk dan bendungan yang dibangun dapat mengalirkan pasokan airnya.

“Harus ada saluran primer, irigasi sekunder dan tersier sehingga air bisa sampai ke sawah dan meningkatkan produksi. Jadi yang sebelumnya hanya satu kali panen bisa menjadi tiga kali. Jadi inflasi bisa terjaga,” papar Jokowi.

Baca Juga: Ini Poin-poin Revisi UU KSDAHE yang Disetujui Masuk Sidang Paripurna DPR

Pompanisasi Solusi Cepat

Sementara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim pompanisasi merupakan langkah konkret yang cepat dalam memitigasi dampak kekeringan.

“Kenapa kami pasang pompa air? Karena ini adalah solusi cepat. Hari ini dipompa, hari ini bisa tanam karena kalau cetak sawah butuh waktu,” ujar Amran.

Ia melanjutkan, upaya ini diharapkan tidak hanya akan mengatasi kekurangan pasokan air pada musim kering. Melainkan juga meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman, sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan para petani.

Baca Juga: Banjir di Pohuwato Dua Ribu Lebih Warga Terdampak

Pemerintah menargetkan pompanisasi dapat menjangkau 1 juta hektare lahan pertanian. Serta berencana untuk mencetak sawah baru seluas 1 juta hektare per tahun sebagai strategi jangka panjang. Upaya tersebut diklaim merupakan bagian dari usaha besar untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan dunia masa depan.

Pendistribusian mesin pompa secara nasional telah berjalan hingga 70 – 80 persen. Pompa ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menekan impor beras dan mewujudkan ketahanan pangan secara nasional.

“Tahap pertama 25.000. Target pompanisasi ini bisa mengcover hingga 1 juta hektar. Kalau bisa dicover, kami pasti bisa meningkatkan produksi dan menekan impor,” jelas Amran. [WLC02]

Sumber: BPMI Setpres, Kementerian Pertanian

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: pompa airpompanisasiproduktivitas pertaniansawah tadah hujan

Editor

Next Post
Tanaman kratom. Foto disnakertrans. kapuashulukab.go.id.

Sempat Dilarang, Pemerintah Mulai Lirik Budidaya Tanaman Kratom

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media