Senin, 24 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mendesain Kota Bandung Berbasis Mitigasi Tanah Bergerak Akibat Sesar Lembang

Design thinking bukan hanya tentang bagaimana kita selamat dari bencana, tetapi bagaimana mencegah potensi kerusakan akibat bencana.

Rabu, 16 April 2025
A A
Ilustrasi Sesar Lembang. Foto Istimewa.

Ilustrasi Sesar Lembang. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Umumnya, warga Kota ‘Kembang’ Bandung tidak mengetahui karakteristik dari kota itu sendiri. Soal isu Sesar Lembang yang memicu gempa misalnya, tak banyak masyarakat yang menyadari potensi bahayanya. Mengingat Sesar Lembang sebagai sebuah fakta tanah bergerak, di mana pergerakan sesarnya bisa mencapai 4 mm per tahun.

“Yang dikhawatirkan adalah ketidaksadaran kita, masyarakat yang hidup di atasnya. Akhirnya menebang pohon yang seharusnya menjadi resapan air dan menggantinya dengan bangunan yang tidak berstandar anti gempa,” kata Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) dan CEO Sembilan Matahari, M. Adi Panuntun dalam kuliah tamu bertajuk “From The Mountain To The River To The Sea” yang digelar Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (FSRD ITB) di Gedung LFM, ITB Kampus Ganesha, Jumat, 11 April 2025.

Atas dasar itulah, dalam gelaran peringatan Bandung sebagai Kota Desain (City of Design) pada 2025 ini, para pelaku kreatif mulai mengarah pada pelibatan mitigasi bencana, terutama terkait dengan isu sesar Lembang.

Baca juga: Empat Provinsi Dilanda Bencana Hidrometeorologi, Waspada Masa Pancaroba

“Sesar Lembang merupakan fenomena yang dinyatakan peneliti pasti terjadi, tetapi waktunya tidak pasti. Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah melakukan mitigasi. Namun, isu mitigasi sesar Lembang belum terkoneksi sepenuhnya dengan bidang kreatif. Padahal Bandung merupakan City of Design,” ujar dia.

Pada masa Hindia-Belanda, pembangunan masih (dilakukan secara) dengan kesadaran atas potensi bahaya itu. Namun pada masa setelah kemerdekaan terjadi kegagapan terkait acuan pembangunan sehingga banyak bangunan yang seharusnya berbasis tanah yang bergerak, tidak terjadi.

Cara terbaik untuk memprediksi masa depan adalah dengan mendesainnya.

Baca juga: Gempa Dangkal 5,6 Magnitudo Guncang Kepulauan Sangihe Sulawesi Utara

“Design thinking bukan hanya tentang bagaimana kita selamat dari bencana, tetapi bagaimana mencegah potensi kerusakan akibat bencana,” kata dia.

Ada dua key event dalam gelaran Kota Desain, yakni BDG LIGHTS dan Bandung Design Biennale. Acara akan digelar pada September dan Oktober 2025.

Mengenal Sesar Lembang

Berdasarkan keterangan yang dikutip dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada 2021, Sesar Lembang merupakan sesar aktif yang panjangnya sekitar 25-29 km. Sesar itu memanjang dari Padalarang melewati Kota Lembang hingga ke Gunung Manglayang, yang terbagi menjadi 3 segmen. Berdasarkan kajian paleoseismik Sesar Lembang pernah mengalami pelepasan energi (gempa bumi) pada 1600.

Baca juga: Waspada, Gempa Bumi Besar di Manila Dapat Pengaruhi Kestabilan PLTN di Kalimantan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FSRD ITBKota BandungKota Desainsesar Lembangtanah bergerak

Editor

Next Post
TPA Benowo di Surabaya. Foto Dok. Bangga Surabaya.

TPA Benowo, Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di Surabaya

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media