Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nanung Agus, Potensi Limbah Ternak Menjadi Bahan Bakar Motor

Limbah-limbah hasil peternakan dapat merusak lingkungan. Namun apabila diolah, limbah itu berpotensi jadi nilai tambah,

Selasa, 5 Maret 2024
A A
Guru Besar Bidang Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UGM, Prof. Nanung Agus Fitriyanto. Foto nanungagusfitriyanto.wordpress.com.

Guru Besar Bidang Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UGM, Prof. Nanung Agus Fitriyanto. Foto nanungagusfitriyanto.wordpress.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Limbah dari usaha peternakan menjadi salah satu persoalan lingkungan saat ini. Jumlah limbah yang dihasilkan kian meningkat seiring peningkatan pemenuhan kebutuhan pangan hewani. Sementara limbah-limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia apabila dibiarkan begitu saja.

Bagi Guru Besar Bidang Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UGM, Prof. Nanung Agus Fitriyanto, limbah peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai guna. Potensi ini dapat diidentifikasi untuk mendukung prinsip keberlanjutan industri peternakan dan menciptakan nilai tambah.

“Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan energi biogas, yakni hasil pengolahan feses melalui digesti anaerobik untuk menghasilkan metan,” tutur dia dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar yang berjudul “Strategi Mengurangi Dampak Limbah Industri Peternakan Melalui Pemanfaatan Bahan Lokal” di Balai Senat UGM, Selasa, 5 Maret 2024.

Nanung menjelaskan biogas dapat digunakan sebagai sumber energi untuk memasok listrik atau panas bagi peternakan dan masyarakat. Bahkan, dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya diketahui biogas yang telah dipurifikasi untuk menghilangkan CO2, H2O, dan H2S, memiliki peluang yang bisa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Selain itu, sludge hasil digesti anaerob feses ternak bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau sebagai media alternatif budidaya jamur merang yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Limbah Bulu Unggas

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Peternakan UGMlimbah ternakmencemari lingkunganProf. Nanung Agus Fitriyanto

Editor

Next Post
Pelepasliaran 2 harimau sumatera ke TN Gunung Leuser, 6 Maret 2024. Foto Dok. PPID KLHK.

Ambar Goldsmith dan Beru Situtung Dipulangkan ke TN Gunung Leuser

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media