Jumat, 13 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakar UGM Perkirakan Harga BBM Subsidi Naik Menyumbang Total Inflasi 7,17 Persen

Selasa, 23 Agustus 2022
A A
Ilustrasi suasana SPBU. FOTO mypertamina.id.

Ilustrasi suasana SPBU. FOTO mypertamina.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pakar ekonomi energi UGM, Fahmi Radhi memperkirakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan menyumbang inflasi 1,97 persen. Meliputi kontribusi inflasi karena kenaikan harga Pertalite sebanyak 0,93 persen dan kenaikan solar 1,97 persen. Sementara inflasi pada Juli 2022 sudah mencapai 5,2 persen.

“Jadi total inflasi akan mencapai 7,17 persen. Padahal inflasi 2021 hanya kisaran 3 persen,” kata Fahmi sebagaimana dilansir dari laman ugm.ac.id, 23 Agustus 2022.

Akibat inflasi tinggi, Fahmi menjelaskan, akan memperburuk daya beli dan konsumsi masyarakat.

“Itu menurunkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen yang sudah dicapai susah payah,” kata Fahmi.

Baca Juga: Menteri ESDM Minta Masyarakat Mampu Jangan Beli Pertalite

Inflasi yang tinggi juga akan menaikkan harga-harga kebutuhan pokok sehingga memperberat beban rakyat, terutama rakyat miskin. Bahkan, rakyat miskin yang tidak pernah menikmati subsidi BBM karena tidak punya kendaraan bermotor pun ikut jadi korban.

Fahmy mengakui beban APBN untuk subsidi energi semakin membengkak hingga mencapai Rp502,4 triliun.

“Tapi ingat, angka itu adalah total anggaran subsidi energi,” jelas Fahmi.

Anggaran subsidi energi yang dimaksud meliputi subsidi BBM, LPG 3 kilogram, dan listrik yang diperhitungkan berdasarkan beberapa asumsi harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan inflasi.

Baca Juga: Didik S. Setyadi: Akar Masalah Konflik Rusia-Ukraina adalah Soal Minyak

Sedangkan realisasi yang dikeluarkan (cash out flow) per 31 Juli 2022 total subsidi energi baru sebesar Rp88,7 triliun, untuk realisasi anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg baru sebesar Rp62,7 triliun.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBM subsididaya beliFahmi Radhiinflasiinflasi tinggikebutuhan pokokPertalitePresiden Joko WidodosolarUGM

Editor

Next Post
Dampak gempa Bali Lombok yang terjadi pada Senin, 22 Agustus 2022, satu rumah rusak berat di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Foto Dok BNPB.

BNPB Rilis Data Dampak Gempa Bali Lombok

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media