Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakar UGM Perkirakan Harga BBM Subsidi Naik Menyumbang Total Inflasi 7,17 Persen

Selasa, 23 Agustus 2022
A A
Ilustrasi suasana SPBU. FOTO mypertamina.id.

Ilustrasi suasana SPBU. FOTO mypertamina.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pakar ekonomi energi UGM, Fahmi Radhi memperkirakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi akan menyumbang inflasi 1,97 persen. Meliputi kontribusi inflasi karena kenaikan harga Pertalite sebanyak 0,93 persen dan kenaikan solar 1,97 persen. Sementara inflasi pada Juli 2022 sudah mencapai 5,2 persen.

“Jadi total inflasi akan mencapai 7,17 persen. Padahal inflasi 2021 hanya kisaran 3 persen,” kata Fahmi sebagaimana dilansir dari laman ugm.ac.id, 23 Agustus 2022.

Akibat inflasi tinggi, Fahmi menjelaskan, akan memperburuk daya beli dan konsumsi masyarakat.

“Itu menurunkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen yang sudah dicapai susah payah,” kata Fahmi.

Baca Juga: Menteri ESDM Minta Masyarakat Mampu Jangan Beli Pertalite

Inflasi yang tinggi juga akan menaikkan harga-harga kebutuhan pokok sehingga memperberat beban rakyat, terutama rakyat miskin. Bahkan, rakyat miskin yang tidak pernah menikmati subsidi BBM karena tidak punya kendaraan bermotor pun ikut jadi korban.

Fahmy mengakui beban APBN untuk subsidi energi semakin membengkak hingga mencapai Rp502,4 triliun.

“Tapi ingat, angka itu adalah total anggaran subsidi energi,” jelas Fahmi.

Anggaran subsidi energi yang dimaksud meliputi subsidi BBM, LPG 3 kilogram, dan listrik yang diperhitungkan berdasarkan beberapa asumsi harga minyak dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, dan inflasi.

Baca Juga: Didik S. Setyadi: Akar Masalah Konflik Rusia-Ukraina adalah Soal Minyak

Sedangkan realisasi yang dikeluarkan (cash out flow) per 31 Juli 2022 total subsidi energi baru sebesar Rp88,7 triliun, untuk realisasi anggaran subsidi BBM dan LPG 3 kg baru sebesar Rp62,7 triliun.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBM subsididaya beliFahmi Radhiinflasiinflasi tinggikebutuhan pokokPertalitePresiden Joko WidodosolarUGM

Editor

Next Post
Dampak gempa Bali Lombok yang terjadi pada Senin, 22 Agustus 2022, satu rumah rusak berat di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Foto Dok BNPB.

BNPB Rilis Data Dampak Gempa Bali Lombok

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media