Selasa, 11 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Didik S. Setyadi: Akar Masalah Konflik Rusia-Ukraina adalah Soal Minyak

Minyak disebut sebagai akar masalah dari perang Rusia-Ukraina. Mengingat Rusia adalah salah satu produsen minyak mentah terbesar dunia.

Senin, 7 Maret 2022
A A
Didik S. Setyadi. Foto unair.ac.id.

Didik S. Setyadi. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Perang Rusia-Ukraina mengakibatkan harga minyak mentah dunia terus menguat. Mengingat Rusia merupakan negara produsen minyak terbesar ketiga di dunia. Selain minyak, Rusia juga negara produsen terbesar gas bumi.

“Jadi akar permasalahan konflik Rusia-Ukraina adalah minyak,” kata pengamat sosial dan politik yang sekarang bekerja di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Doktor Didik S. Setyadi sebagaimana dilansir dari laman unair.ac.id, Ahad, 6 Maret 2022. Dia menyampaikan dalam diskusi bertema Konflik Rusia-Ukraina dalam Perspektif Hukum Internasional  yang digelar Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga (IKA FH Unair).

Saat Rusia masih menjadi Uni Soviet, harga minyak mentah pernah mengalami krisis pada tahun 1986. Keterpurukan ekonomi Uni Soviet diakibatkan oleh harga minyak yang mengalami penurunan drastis. Akibatnya, Uni Soviet mengalami kolaps dan akhirnya bubar.

Baca Juga: BRIN dan BMKG Rancang Regenerasi Sistem Peringatan Dini Tsunami

“Dalam industri migas (minyak dan gas bumi) sendiri, ketika harga minyak turun, otomatis pengeboran lapangan minyak yang semula banyak dikembangkan di Siberia, saat itu harus dihentikan,” papar alumni Fakultas Hukum Unair Angkatan 1986 ini.

Kekuatan negara-negara di dunia bisa diukur dari angka konsumsi energi setiap negara. Semakin tinggi konsumsi energi di suatu negara, maka negara tersebut sedang mengalami pertumbuhan ekonomi.

Energi yang dimaksud adalah kebutuhan akan migas. Jika kebutuhan akan migas tidak terpenuhi, maka akan sulit bagi negara tersebut untuk berkembang. Situasi ini sedang terjadi di Ukraina dan benua Eropa.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: konflik Rusia-Ukrainaminyak mentahperang Rusia-Ukrainaprodusen minyakUni Soviet

Editor

Next Post
Sesar baru yang diidentifikasi BMKG. Foto bmkg.go.id.

BMKG Identifikasi Sesar Baru Pascagempa Pasaman Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media