Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengunjung Taman Nasional Masuk Daftar Hitam 5 Tahun Jika Sampah Tak Dibawa Pulang

Jika bawa rokok 20 batang, maka harus menyerahkan bukti berupa 20 puntung rokok di pos keluar taman nasional nanti, demikian pesan Menteri Kehutanan.

Selasa, 27 Mei 2025
A A
Menteri Kehutanan Raja Juli Antpni dan para pesoshor menanam tanaman keras di Gunung Merbabu, 27 Mei 2025. Foto Dok. WWF Indonesia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antpni dan para pesoshor menanam tanaman keras di Gunung Merbabu, 27 Mei 2025. Foto Dok. WWF Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

“Alam bukan warisan, tapi titipan dari generasi yang akan datang. Kita wajib menjaganya,” pesan dia.

Selain itu, pendaki juga harus menanam minimal satu pohon sebelum atau sesudah pendakian. Pada kegiatan ini, pohon yang ditanam bersama adalah tanaman kayu keras dan buah, seperti kayu sengon dan lain-lain.

Adita Bayunanda, CEO WWF-Indonesia mengatakan WWF-Indonesia akan terus mengajak semua orang, termasuk influencer yang mau bekerja sama dengannya untuk terus bersuara dan membuat dampak positif bagi alam Indonesia. Sekaligus menjadi pelancong yang bertanggung jawab (responsible traveler), menjadi petualang (adventurer), tapi tetap zero waste.

Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Awas Lagi, Lokasi Relokasi Ditetapkan di Noboleto

“Rata-rata 73 persen masyarakat Indonesia mendapatkan berita dari media sosial. Jadi penting untuk menggandeng influencer menyuarakan isu konservasi yang dipastikan dapat menyebar dan memberikan inspirasi bagi pengikutnya,” kata Aditya.

Selama pendakian, Member of Nature ini akan mengumpulkan sampah plastik yang tercecer sepanjang jalur demi menjaga habitat satwa liar endemik di Taman Nasional Merbabu, juga memujudkan Zero Waste and Zero Accident.

Sementara jumlah sampah plastik dari sektor pariwisata cukup signifikan. Beberapa penelitian menunjukkan sampah plastik menjadi komponen utama sampah yang dihasilkan akibat aktivitas wisata dengan persentase mencapai 53 persen atau 250 juta ton.

Baca juga: Dalam 24 Jam, Sebanyak 42 Bencana Hidrometeorologi Landa Tanah Air

Publik Figure dan Member MoNa, Della Dartyan menyatakan senang karena rekan-rekannya sesama public figure bersedia ikut aksi ini.

“Aksi sekecil apapun berdampak baik bagi Bumi, jadi #longaruhkok menjadi tagline kami,” kata penggagas MoNa Kelana ini,

MoNa Kelana adalah program WWF-Indonesia untuk kegiatan supporter atau pendukung individu. Kegiatan ini juga didukung perlengkapan outdoor Arei, Golden Rama dan lainnya. Nantinya MoNa Kelana tak hanya di gunung, melainkan juga ada di edisi laut dan perkotaan. [WLC02]

Sumber: Kementerian Kehutanan, WWF Indonesia

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gunung MerbabuMenteri Kehutanan Raja Juli AntoniRFID trackingsampah plastikWWF IndonesiaZero Waste and Zero Accident

Editor

Next Post
Danau Toba di Sumatera Utara. Foto Dok. Kemenpar.

Kartu Kuning Sejak 2023, Keanggotaan Kaldera Toba dalam UNESCO Global Geopark Terancam Dicabut

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media