Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengunjung Taman Nasional Masuk Daftar Hitam 5 Tahun Jika Sampah Tak Dibawa Pulang

Jika bawa rokok 20 batang, maka harus menyerahkan bukti berupa 20 puntung rokok di pos keluar taman nasional nanti, demikian pesan Menteri Kehutanan.

Selasa, 27 Mei 2025
A A
Menteri Kehutanan Raja Juli Antpni dan para pesoshor menanam tanaman keras di Gunung Merbabu, 27 Mei 2025. Foto Dok. WWF Indonesia.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antpni dan para pesoshor menanam tanaman keras di Gunung Merbabu, 27 Mei 2025. Foto Dok. WWF Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – WWF-Indonesia bekerja sama dengan National Geographic Indonesia dan TSX media menggandeng tujuh pesohor, seperti Della Dartyan, Yura Yunita, Tara Budiman, Dion Wiyoko, Tissa Biyani, Daffa Wardhana, Jerhemy Owen dan Mariane Rumantir mendaki Gunung Merbabu, melalui jalur Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa, 27 Mei 2025. Pendakian tersebut merupakan upaya untuk mengajak aksi bersama bertajuk “Hijaukan Bumi, Demi Kamu dan Masa Depan Kita Bersama”.

Pendakian itu dalam rangka mengajak masyarakat menjadi petualang yang bertanggung jawab. Tidak hanya menikmati alam, tetapi harus melakukan imbal balik berupa menanam pohon dan tidak mencemari keindahan alam dengan sampah plastik. Pendakian ini juga diikuti 10 Member of Nature (MoNa) yang berasal dari Kota Jakarta.

Rombongan dilepas Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni di Pos 1, Jalur Selo, Resor Selo, Taman Nasional Merbabu Boyolali, Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan taman nasional kini diarahkan secara serius untuk menerapkan prinsip Zero Waste and Zero Accident.

Baca juga: Rumah-rumah Tenggelam dan Hanyut di Kabupaten Berau

“Kami ketatkan sistem kuota pendakian melalui pendaftaran online, karena ini bukan mass tourism, tapi ekowisata yang berorientasi konservasi,” ujar dia.

Sebagai bentuk pengawasan terhadap sampah, Kemenhut juga mulai menerapkan sistem pelaporan logistik dan melakukan uji coba penggunaan Radio Frequency Identification (RFID tracking). Metode ini untuk mengidentifikasi dan melacak objek secara otomatis atau transponder dalam bentuk gelang warna oranye. Teknologi itu memudahkan pelacakan pendaki yang masuk dan mempermudah proses evakuasi apabila ada pendaki yang tersesat.

Raja Juli yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa pengelolaan taman nasional kini diarahkan secara serius untuk menerapkan prinsip Zero Waste dan Zero Accident.

Baca juga: Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Hentikan Pelemahan SVLK Produk Kayu Indonesia

“Kami ketatkan sistem kuota pendakian melalui pendaftaran online, karena ini bukan mass tourism, tapi ekowisata yang berorientasi konservasi,” ujar dia.

Ia juga mengingatkan pendaki untuk membawa balik sampahnya. Bahkan akan dihitung di pos keluar.

“Jika bawa rokok 20, harus menyerahkan bukti berupa puntungnya 20 di pos keluar nanti,” ujar dia.

Sebagai bentuk pengawasan terhadap sampah, Kemenhut juga mulai menerapkan sistem pelaporan logistik dan penggunaan RFID tracking untuk mendukung keselamatan pendaki. Sanksi tegas pun disiapkan, bahwa pelanggar aturan kebersihan dapat dikenakan sanksi blacklist hingga lima tahun untuk seluruh taman nasional di Indonesia.

Baca juga: Rumah Rusak Akibat Gempa Bengkulu Bertambah Jadi 255 Unit

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung MerbabuMenteri Kehutanan Raja Juli AntoniRFID trackingsampah plastikWWF IndonesiaZero Waste and Zero Accident

Editor

Next Post
Danau Toba di Sumatera Utara. Foto Dok. Kemenpar.

Kartu Kuning Sejak 2023, Keanggotaan Kaldera Toba dalam UNESCO Global Geopark Terancam Dicabut

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media