Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dalam 24 Jam, Sebanyak 42 Bencana Hidrometeorologi Landa Tanah Air

Kamis, 22 Mei 2025
A A
Dampak puting beliung di Kabupaten Kuantan Sengigi, Riau, 21 Mei 2025. Foto BPBD Kuantan Sengigi.

Dampak puting beliung di Kabupaten Kuantan Sengigi, Riau, 21 Mei 2025. Foto BPBD Kuantan Sengigi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan laporan harian yang dihimpun tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam kurun waktu 24 jam terakhir, terhitung sejak 21 Mei 2025 pukul 07.00 WIB hingga 22 Mei 2025 pukul 07.00 WIB ada 42 kejadian bencana dilaporkan telah terjadi. Dari jumlah tersebut, 16 kejadian di antaranya tercatat sebagai kejadian menonjol dengan dampak signifikan terhadap masyarakat dan infrastruktur di berbagai wilayah.

“Dan bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sebagian besar wilayah Tanah Air,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Kamis, 22 Mei 2025.

Enam kejadian baru yang dilaporkan meliputi angin puting beliung di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara yang berdampak pada 16 KK dan 16 unit rumah. Kemudian banjir di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang berdampak pada 242 KK. Akibatnya, kondisi genangan air belum surut dengan tinggi muka air (TMA) antara 20 hingga 150 cm.

Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, banjir yang belum surut dengan TMA 30–100 cm berdampak pada 152 KK. Pemerintah setempat telah menetapkan status Siaga Darurat. Penanganan darurat banjir terus diupayakan Organisai Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari kaji cepat, penyelamatan warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasarnya.

Kejadian puting beliung lainnya terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau dengan 18 KK atau 72 jiwa terdampak. Sementara itu, banjir di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat berdampak cukup besar dengan 1.894 KK atau 5.276 jiwa. Banjir tersebut telah surut dan status darurat telah ditetapkan.

Kemudian di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, tanah longsor telah berdampak pada 10 KK, 6 jiwa mengungsi, dan 10 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat. Sebagian material longsor telah dibersihkan. Pemerintah daerah setempat telah memberikan dukungan bagi warga terdampak, mulai pemenuhan kebutuhan dasar, permakanan, logistik dan peralatan.

Selain kejadian baru, terdapat 10 kejadian yang merupakan pembaruan dari laporan sebelumnya. Meliputi banjir di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara yang masih berlangsung dengan TMA 60–120 cm dan belum surut sampai hari ini.

Selanjutnya banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang berdampak pada 439 KK dengan 255 jiwa mengungsi meskipun banjir mulai surut. BNPB telah mengirim personel dari Kedeputian Penanganan Darurat untuk pendampingan.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Lamongan dan Gresik, Jawa Timur dan Demak, Jawa Tengah dengan status siaga darurat. Ketinggian air bervariasi antara 10–150 cm. Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, dua bencana terjadi secara bersamaan, yaitu tanah longsor yang menyebabkan enam jiwa hilang dan banjir yang menewaskan satu jiwa. Penanganan masih berlangsung dengan dukungan BNPB.

Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan Blora, Jawa Tengah juga berdampak signifikan terhadap ribuan warga dan ratusan rumah tergenang. Status siaga darurat telah diberlakukan dan pendampingan BNPB masih dalam proses.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau masih terjadi. Total luas lahan terbakar sejak awal Januari 2025 hingga 21 Mei 2025 mencapai sekitar 106,08 hektare. Dalam perkembangan terakhir, terdapat penambahan area terbakar seluas 11 hektare. Seluruh satgas gabungan, baik darat hingga udara terus mengupayakan pemadaman.

Potensi cuaca tiga hari ke depan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Bencana HidrometeorologiBNPBKabupaten Kuantan Sengigi

Editor

Next Post
Rumah rusak akbat gempa bumi M6,3 di Bengkulu, 23 Mei 2025 dinihari. Foto Dok. BPBD Bengkulu.

Gempa Bumi M6,3 Guncang Bengkulu, 34 Unit Bangunan Rusak

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media