Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Timur, Sapril menyatakan pihaknya akan turut berpartipasi menjaga lingkungan, khususnya dari emisi karbon yang berasal dari lahan basah.
Baca Juga: Gempa Pulau Morotai Mag 6,8 Guncangannya Dirasakan Skala IV MMI
“Kami berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari paru-paru dunia. Serta terus bekerjasama dengan pihak terkait dalam upaya restorasi lahan basah di Tanjung Jabung Timur khususnya,” kata Sapril.
Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki ekosistem lahan basah terluas di Asia, setelah China. Luasan ekosistem lahan basah di Indonesia sekitar 40,5 juta Ha atau sekitar 20 persen dari luas kawasan Indonesia. Di dalamnya terkandung berbagai keanekaragaman hayati yang sangat penting dan bernilai. Sekaligus merupakan aset Indonesia yang penting bagi upaya pembangunan dan kesejahteraan manusia.
Peringatan WWD tiap 2 Februari tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah Indonesia atas perjanjian internasional untuk melindungi lahan basah di seluruh dunia yang dikenal dengan Konvensi Ramsar. Pelaksanaan kegiatannya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lahan basah, meningkatkan peran aktif pemerintah daerah dan para pihak dalam bidang konservasi lahan basah. Juga dapat merekomendasikan gagasan atau kebijakan-kebijakan baru untuk perlindungan ekosistem lahan basah Indonesia yang lestari dan berkelanjutan. [WLC02]
Sumber: Kementerian LHK
Discussion about this post