Wanaloka.com – Sebanyak 114 unit rumah tahan bencana tipe 36 untuk masyarakat terdampak abrasi pantai di Teluk Amurang di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara telah rampung. Pembangunan infrastruktur permukiman terdampak bencana itu dilakukan secara kolaboratif antara Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Bencana abrasi Pantai di Teluk Amurang terjadi pada Juni 2022 lalu yang berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat. Sebab abrasi tersebut menyebabkan puluhan rumah, jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya runtuh. Penyebab abrasi dikaitkan dengan faktor geografis dan hidrodinamika di Teluk Amurang yang mengalami pergerakan arus dan gelombang kuat akibat kombinasi pasang surut, angin, dan gelombang laut.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana dilakukan dengan tidak hanya membangun kembali permukiman yang rusak. Melainkan upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.
Baca Juga: Spesies Gajah Indonesia di Ambang Kepunahan, Kenali Karakternya untuk Mitigasi
“Pendekatannya adalah build back better, membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya. Jadi tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana,” kata Basuki.
Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti menambahkan, tujuan utama dari pekerjaan pembangunan pasca bencana adalah untuk mendukung pemulihan dan mengembalikan fungsi infrastruktur sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana abrasi pantai di Amurang.
“Penanganan bencana ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat, memperbaiki kondisi lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.” kata Diana.
Discussion about this post