Selasa, 6 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Permukiman Warga Terdampak Abrasi Teluk Amurang Juni 2022 Selesai Dibangun Desember 2023

Selasa, 13 Agustus 2024
A A
Permukiman untuk warga terdampak bencana abrasi di Teluk Amurang,Sulawesi Utara. Foto Dok. Kementerian PUPR.

Permukiman untuk warga terdampak bencana abrasi di Teluk Amurang,Sulawesi Utara. Foto Dok. Kementerian PUPR.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebanyak 114 unit rumah tahan bencana tipe 36 untuk masyarakat terdampak abrasi pantai di Teluk Amurang di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara telah rampung. Pembangunan infrastruktur permukiman terdampak bencana itu dilakukan secara kolaboratif antara Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bencana abrasi Pantai di Teluk Amurang terjadi pada Juni 2022 lalu yang berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat setempat. Sebab abrasi tersebut menyebabkan puluhan rumah, jembatan, dan berbagai infrastruktur lainnya runtuh. Penyebab abrasi dikaitkan dengan faktor geografis dan hidrodinamika di Teluk Amurang yang mengalami pergerakan arus dan gelombang kuat akibat kombinasi pasang surut, angin, dan gelombang laut.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana dilakukan dengan tidak hanya membangun kembali permukiman yang rusak. Melainkan upaya untuk membangun kembali permukiman baru yang tangguh terhadap bencana.

Baca Juga: Spesies Gajah Indonesia di Ambang Kepunahan, Kenali Karakternya untuk Mitigasi

“Pendekatannya adalah build back better, membangun lebih baik dan lebih aman dari sebelumnya. Jadi tidak sekadar membangun dengan kerentanan yang sama terhadap bencana,” kata Basuki.

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti menambahkan, tujuan utama dari pekerjaan pembangunan pasca bencana adalah untuk mendukung pemulihan dan mengembalikan fungsi infrastruktur sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana abrasi pantai di Amurang.

“Penanganan bencana ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat, memperbaiki kondisi lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.” kata Diana.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Abrasi Teluk AmurangKementerian PUPRpembangunan pasca bencanarehabilitasi dan rekonstruksi

Editor

Next Post
Ahli bidang Biologi Kelautan, Akuakultur, dan Ekologi Molekuler Uniar, Sapto Andriyono. Foto Istimewa.

Sapto Andriyono, Proyek Reklamasi Bisa Dijalankan Asal Penuhi Amdal

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media