Senin, 2 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Penularan Penyakit Lewat Nyamuk

Risiko perubahan iklim juga berdampak pada persoalan kesehatan masyarakat. Banyak penyakit baru bermunculan. Juga peningkatan risiko penyakit akibat penularan vektor. Nyamuk, salah satunya.

Senin, 1 Agustus 2022
A A
Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.

Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Guru Besar dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof. Ova Emilia menambahkan, perubahan iklim mengakibatkan vektor-vektor atau penyebab tersebut hidup lebih panjang atau berubah perilaku.

“Akibatnya, muncul penyakit-penyakit yang mungkin belum pernah ditemukan sebelumnya. Bukan tidak mungkin ke depan akan muncul problem-problem (penyakit baru) seperti Covid-19,” papar Ova dalam webinar bertema Pemikiran Bulaksumur #11: Kesehatan Manusia dan Planet Bumi pada Juni 2022.

Mitigasi Bertingkat

Menurut Ova, mitigasi atas ancaman perubahan iklim pada kesehatan masyarakat perlu melibatkan peran universitas untuk mendiseminasikan perilaku-perilaku ‘green’ atau yang berpikir terkait keberlanjutan planet bumi ini. Universitas juga diharapkan dapat menghasilkan banyak penelitian untuk memitigasi bencana perubahan iklim, serta membantu untuk membuat perencanaan dan kebijakan publik yang diperlukan.

Baca Juga: Gerakan Global Climate Srike: Waktu Kian Sempit, Bumi Serukan Darurat Iklim

Guru Besar dari FKKMK lainnya, Prof. Laksono Trisnantoro menambahkan, mitigasi kesehatan masyarakat dari bahaya perubahan iklim dilakukan mulai dari tingkat individu, sosial, sampai tingkatan struktural.

Di tingkat individu, adalah memperbaiki perilaku masyarakat, seperti mendorong untuk memiliki pola hidup sehat. Juga meningkatkan kesadaran masyarakat dengan melibatkannya dalam praktik pencegahan penyakit malaria dan demam berdarah sejak dini.

Di tingkat sosial, berupa pengurangan kemiskinan masyarakat, karena kenyataan di lapangan, kesehatan berkaitan dengan faktor ekonomi.

Sementara di tingkat struktural, seharusnya ada regulasi dan kebijakan yang diperlukan. Pemerintah juga melakukan upaya preventif, berupa monitoring terutama di daerah-daerah terpencil. Apabila ada penemuan kasus bisa segera diobati sebelum terjadi penularan. [WLC02]

Sumber: unair.ac.id, ugm.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IPCCnyamuknyamuk Aedes aegyptinyamuk Anophelesperubahan iklimvektor

Editor

Next Post
Guru Besar Undip, Prof. Rahmat Gernowo. Foto undip.ac.id.

Rahmat Gernowo: Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Berbasis Anomali Atmosfer Tropis

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi mekanisme terbentuknya bencana longsoran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi Imam Achmad Sadisun/ITB.Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat
    In IPTEK
    Jumat, 30 Januari 2026
  • Tiga petani di Pino Raya di Bengkulu Selatan dikriminalisasi. Foto Dok. Walhi.Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi
    In News
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Kawasan Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor. Foto KLH/BPLH.Longsor Bandung Barat, KLH Sebut Ada Kerapuhan pada Struktur Tutupan Lahan
    In Lingkungan
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan
    In Sosok
    Rabu, 28 Januari 2026
  • Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca
    In News
    Rabu, 28 Januari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media