Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Potensial Jadi Parfum Tropis Premium, Hilirisasi Kemenyan Harus Pertimbangkan Kelestarian Hutan

Sejak 1990-an, masyarakat adat kehilangan hutan kemenyan akibat ekspansi industri pulp dan kertas.

Jumat, 1 Agustus 2025
A A
Ilustrasi kemenyan untuk bahan pembuatan parfum. Foto xbqs42/pixabay.com.

Ilustrasi kemenyan untuk bahan pembuatan parfum. Foto xbqs42/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kemenyan mendadak jadi sorotan nasional setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyebut komoditas ini menjadi bahan baku parfum merek-merek dunia, seperti Louis Vuitton hingga Gucci. Menanggapi hal itu, Guru Besar Biologi IPB University Prof. Triadiati menegaskan kemenyan Indonesia bisa berpotensi besar sebagai parfum tropis premium yang mampu menembus pasar global.

“Pohon kemenyan adalah penghasil getah dengan nilai ekonomis tinggi. Jenisnya beragam, dari marga Styrax dan Boswellia yang masing-masing memiliki karakteristik unik,” jelas Triadiati.

Boswellia sacra yang tumbuh di Oman dan Yaman dikenal berkualitas tinggi dan banyak digunakan dalam parfum mewah. Sementara Styrax benzoin asal Sumatra telah menjadi andalan ekspor Indonesia.

Baca juga: Catatan Walhi, Karhutla Berulang Bukti Negara Melindungi Korporasi Pembakar Hutan

Ia menerangkan senyawa aktif utama dalam kemenyan berbeda tergantung jenisnya. Kemenyan dari Boswellia spp. kaya resin 60–70 persen, minyak atsiri 3–10 persen, dan gum 20–30 persen.

Sementara Styrax mengandung asam sinamat dan asam benzoat hingga 70 persen, yang memberi aroma manis dan balsamic. Menjadikannya bahan dasar parfum oriental yang hangat. Kandungan aromatik ini juga menjadikan kemenyan sebagai fiksatif alami untuk parfum yang dapat memperpanjang aromanya.

Hilirisasi kemenyan

Indonesia memiliki posisi strategis di pasar global. Data tahun 2024 mencatat ekspor kemenyan Indonesia mencapai lebih dari 43 ribu ton dengan nilai US$52 juta.

Baca juga: Peran Kebun Raya Mangrove Surabaya dari Konservasi hingga Ketahanan Pangan

“Indonesia adalah pemimpin ekspor benzoin gum dunia dengan tujuan utama India, China, Prancis, Italia, dan Mesir,” ujar Triadiati.

Namun, sebagian besar ekspor masih berupa getah mentah.

“Nilai tambah akan lebih maksimal jika hilirisasi dilakukan di dalam negeri,” tegas dia.

Meski prospek cerah, ia mengingatkan sejumlah tantangan. Konflik lahan menjadi isu utama, terutama di wilayah Lingkar Toba, Sumatera Utara.

Baca juga: Forest Bathing, Terapi Redakan Stres Ringan hingga Sedang

“Sejak 1990-an, masyarakat adat kehilangan hutan kemenyan akibat ekspansi industri pulp dan kertas. Kemenyan digantikan tanaman eucalyptus, sehingga memutus mata pencaharian petani kemenyan,” ungkap dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: hilirisasi kemenyanIPB Universitykelestarian hutanparfum tropis premium

Editor

Next Post
Ilustrasi penyu. Foto ambquinn/pixabay.com.

Menguak Asal Usul Penyu Indonesia Lewat Sidik Jari Genetik yang Berbeda

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media