Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Potret Baik Buruk Pengelolaan Sampah Sisa Makanan Program MBG

Anak-anak sehat, lingkungan pun tetap lestari. Sampah organik jangan dianggap beban, tapi bisa menjadi berkah bila dikelola dengan benar.

Kamis, 11 September 2025
A A
Sampah organik dari sisa makanan program MBG di SPPG Sayang-Sayang, Mataram, NTB. Foto Dok. KLH.

Sampah organik dari sisa makanan program MBG di SPPG Sayang-Sayang, Mataram, NTB. Foto Dok. KLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Viral Foto Tersangka Pembalakan Liar, Anggota Komisi IV DPR Nilai Menhut Menciderai Kepercayaan Publik

Di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, SPPG yang dikelola Yayasan Abadhi Mandiri Pangan melayani distribusi sekitar 3.281 porsi makanan per hari untuk 4 Posyandu, 4 SD, 2 SMP, dan 1 SMA. Dalam pengelolaan lingkungan, sisa makanan dikumpulkan kembali untuk diserahkan kepada pihak ketiga sebagai pakan ternak, minyak jelantah dikelola melalui pengepul, dan sampah anorganik ditangani unit swakelola sampah desa.

SPPG Kuta menggunakan piring saji sebagai wadah makanan, pembatasan plastik sekali pakai, serta upaya mengurangi menu yang berpotensi menghasilkan sampah anorganik. Pusdal LH Bali mendorong komunikasi dan koordinasi lebih intensif untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di wilayah ini.

Sementara SPPG Desa Selat, Kabupaten Klungkung melayani 21 sekolah dan kelompok masyarakat, mencakup 10 SD, 1 SMP, 1 SMA, 9 TK, serta 187 balita, 22 ibu hamil, dan 40 ibu menyusui. Dalam aspek lingkungan, sisa makanan diolah menjadi pupuk organik dan pakan ternak, minyak jelantah dikelola oleh pengepul, dan sampah dipilah serta dikelola sesuai jadwal penjemputan desa. Pembatasan plastik sekali pakai juga menjadi langkah nyata yang diterapkan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: Kematian Vian Ruma, Anggota DPR Ingatkan Perlindungan Aktivis Lingkungan

Kepala Pusdal LH Bali Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi menyampaikan penutupan TPA di Bali menjadi momentum penting untuk memperkuat kebijakan pengurangan sampah dari hulu. Gerakan Bali Sadar Sampah harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga, sekolah, dan komunitas.

“Setiap individu memiliki peran dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya, agar Bali tidak hanya indah dipandang tetapi juga berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Nyoman Santi.

SPPG Lembata

Di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), program MBG menjadi motor lahirnya praktik cerdas pengelolaan sampah yang sejalan dengan kebijakan KLH/BPLH.

Baca juga: Penyelamatan Badak Jawa-Sumatera Tak Hanya Konservasi Kawasan, Juga Konservasi Genetik

Kunjungan lapangan tim Pusdal LH Bali Nusa Tenggara Wilayah NTT ke SPPG di Yayasan Berkat Cinta Lembata memperlihatkan bagaimana penyajian makanan bergizi di sekolah dan posyandu dapat dirangkai dengan konsep ramah lingkungan. Hingga kini, SPPG sudah menjangkau 19 sekolah dan layanan kesehatan dengan total 3.459 penerima manfaat. Dua pusat layanan baru pun tengah dipersiapkan dan ditargetkan mulai beroperasi pada September 2025.

Meski menyajikan ribuan porsi makanan setiap hari, potensi sampah berhasil ditekan dengan strategi sederhana namun efektif. Rafia pengikat wadah makanan tidak langsung dibuang, tetapi dicuci untuk dipakai ulang. Sementara sisa makanan diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik, memberi nilai tambah bagi masyarakat lokal.

“Anak-anak sehat, lingkungan pun tetap lestari. Sampah organik jangan dianggap beban, tapi bisa menjadi berkah bila dikelola dengan benar,” ujar Hanif saat menegaskan arah kebijakan pengelolaan sampah nasional.

Baca juga: Fenomena Blood Moon 7-8 September 2025 adalah Salah Satu yang Terlama

SPPG Sayang-Sayang

Hasil pemantauan Pusdal LH Bali Nusa Tenggara Wilayah NTB, Nusa Tenggara Barat juga menunjukkan SPPG Sayang-Sayang telah melaksanakan pengelolaan sampah organic, baik melalui pemilahan, pencatatan, dan penimbangan rutin. Data yang dikumpulkan secara konsisten digunakan dasar evaluasi untuk menyesuaikan variasi menu makanan bergizi yang disajikan kepada penerima manfaat.

Praktik ini tidak hanya meningkatkan efektivitas program, tetapi juga mendukung prinsip pengelolaan lingkungan yang berbasis data. Sebagian sampah organik dimanfaatkan warga sekitar sebagai pakan ternak, sehingga mampu mengurangi potensi sampah terbuang dan menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

Sementara pengelolaan sampah anorganik meski belum dicatat secara rutin karena jumlahnya relatif kecil, tetap dilakukan dengan prinsip tanggung jawab lingkungan. Sebagian kecil sampah dimanfaatkan langsung oleh karyawan, sementara sisanya diangkut setiap hari oleh petugas untuk dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). [WLC02]

Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ekonomi sirkularKLH/BPLHprogram MBGsampah organiksampah sisa makanan

Editor

Next Post
Ilustrasi aplikasi. Foto MariusMB/pixabay.com.

Aplikasi SisaJadi, Berdayakan UMKM Kurangi Food Loss hingga Swasembada Pangan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media