Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rehabilitasi Mangrove dengan Alat Penahan Ombak dari Limbah Plastik

Selasa, 18 Juni 2024
A A
APO dari ban bekas dan bambu. Foto Dok. E-Journal Wilayah dan Lingkungan Undip.

APO dari ban bekas dan bambu. Foto Dok. E-Journal Wilayah dan Lingkungan Undip.

Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan publikasi-publikasi yang ada diketahui sudah banyak pemanfaatan sampah plastik, antara lain untuk bahan bangunan seperti bata atau genting yang sudah komersial.

Baca Juga: Ini Poin-poin Revisi UU KSDAHE yang Disetujui Masuk Sidang Paripurna DPR

“Ini bisa menjadi peluang kami tanpa meng-copy paste, tetapi fokus dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ucap dia.

Kerja sama ini bukan merupakan implementasi barang yang sudah siap pakai, melainkan masih berproses menjadi pilot project. Sebab ada berbagai uji yang harus dilakukan, sementara produk dibuat dan diimplementasikan di lapangan.

“Uji-uji lain terus dilakukan. Misalnya, apakah terjadi peluruhan berupa mikroplastik, bagaimana pengaruhnya terhadap biota, perubahan hidrologinya seperti apa, dan lain-lain,” papar dia.

Baca Juga: Banjir di Pohuwato Dua Ribu Lebih Warga Terdampak

Proyek itu akan digarap selama tiga tahun mulai 2024 hingga 2026. Harapannya akan menghasilkan satu teknologi yang lengkap.

Beberapa peneliti atau LSM juga sudah pernah membuat APO yang berasal dari kayu, bambu, ban bekas, dan beton berupa gorong-gorong yang disusun, sehingga dapat berfungsi meredam energi gelombang.

Namun, material kayu atau bambu tidak tahan lama karena kalah dengan biota laut. Dalam setahun sudah hancur. Meskipun secara ekologis atau lingkungan, material tersebut paling bagus, karena merupakan material alam. Dan secara hidrologis baik karena dapat melewatkan air dan menangkap sedimen dengan baik.

“Proses perangkapan sedimen ini yang diperlukan mangrove untuk bisa tumbuh,” kata Yaya.

Baca Juga: Ledakan Terjadi Lagi di Perusahaan Nikel di Morowali, Walhi Desak Penegakan Hukum

Ada juga APO dari beton. Kelebihannya, konstruksinya tahan hingga 10 tahun, sehingga mampu lebih banyak mereduksi kekuatan gelombang laut. Namun biaya pembangunannya sangat mahal dan kurang diminati karena menggunakan bahan semen.

Ketua Yayasan BAKAU-MU l Muhammad Nasir menambahkan tantangan dari proyek riset tersebut adalah pihaknya berhadapan langsung dengan masyarakat, juga  mitra yang mendukung dan membiayai proses di lapangan.

“Jadi kami banyak bertanya dengan teman-teman di BRIN. Dengan berbagai macam hasil riset di lapangan, kami yakin untuk menyampaikannya ke mitra, pemerintah daerah, dan masyarakat,” kata Nasir. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alat penahan ombakbanjir robBRINRehabilitasi mangrove

Editor

Next Post
Surat desakan kepada NU dan Muhammadiyah untuk menolak tawaran pengelolaan bisnis tambang, 19 Juni 2024. Foto Istimewa.

Forum Cik Di Tiro Desak NU dan Muhammadiyah Tolak Tawaran Bisnis Tambang, Bisa Terjerumus Dosa Ekologis

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media