Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sepeda Jadi Moda Transportasi Terbaik Perkotaan, Ini Alasannya

Anda malas jalan kaki? Juga malas bersepeda? Lebih suka naik motor meskipun dalam jarak dekat? Jika anda peduli pelestarian lingkungan dan kesehatan, ini saatnya untuk menjadikan sepeda sebagai moda transportasi anda.

Selasa, 2 Agustus 2022
A A
Ilustrasi naik sepeda di perkotaan. Foto u_d7hddm5o/pixabay.com.

Ilustrasi naik sepeda di perkotaan. Foto u_d7hddm5o/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sepeda punya peran besar dalam konsep better city. Bahwa kota terbaik adalah kota yang dapat berhubungan dengan kota-kota tetangga, desa, atau distrik-distrik tetangga, bahkan negara-negara lain. Untuk memperoleh konektivitas tersebut, dibutuhkanlah moda transportasi. Moda transportasi harian yang terbaik untuk mengisi konektivitas tersebut adalah moda transportasi publik. Sedangkan untuk menghubungkan orang-orang dengan moda transportasi publik tersebut, pilihan terbaik jatuh pada sepeda.

“Jadi sepeda adalah moda transportasi terbaik, di samping transportasi publik untuk wilayah perkotaan,” kata Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM, Ikaputra dalam webinar nasional bertopik “Bersepeda: Gaya Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan Menuju Indonesia Lebih BIKE” menjelang akhir Juli lalu.

Mengapa terbaik?

Baca Juga: Sepeda Listrik Inobike, Dua Jam Isi Daya Bisa Melaju 40 Kilometer

Menurut Dosen Departemen Arsitektur Fakultas Teknik UGM ini, sepeda punya beragam keunggulan. Pertama, sebagai moda transportasi yang dapat menempuh jarak pendek, medium, dan jauh hanya membutuhkan ruang gerak kecil. Kedua, biaya penggunaan dan infrastruktur untuk sepeda lebih ekonomis dibandingkan moda transportasi lainnya. Ketiga, sepeda tidak berdampak kepada lingkungan. Keempat, sepeda dapat memberikan manfaat kesehatan kepada penggunanya.

Namun untuk menjadikan sepeda sebagai pilihan terbaik, ada tantangannya. Menurut Ketua Bike to Work (B2W) Indonesia, Fahmi Saimima, tantangan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi untuk bekerja, terutama di Indonesia yang notabene beriklim tropis. Iklim tropis sebagai kondisi alam semestinya tidak menyurutkan semangat untuk tetap mendukung pengurangan polusi udara, salah satunya dengan bersepeda.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: jalan kakimoda transportasimotorperkotaanPustral UGMsepeda

Editor

Next Post
Guru Besar ITB, Prof. I Gede Wenten. Foto itb.ac.id.

I Gede Wenten: Integrasi Teknologi dan Seni akan Menjadi Sesuatu

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media