Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Siklon Tropis Anggrek Terjadi di Perairan dan Berdampak di Daratan

Jumat, 19 Januari 2024
A A
Ilustrasi ombak tinggi. Foto jpleni/pixabay.com

Ilustrasi ombak tinggi. Foto jpleni/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Siklon Tropis Anggrek merupakan Siklon Tropis yang tumbuh di lokasi 98 S pada 16 Januari 2024. Kemudian pada 18 Januari 2024, Siklon Anggrek berlokasi di sekitar koordinat 10,1 lintang selatan dan 94,2 bujur timur, sekitar 1.130 km barat daya Bengkulu dengan kecepatan sekitar 17 knot ke arah barat daya. Siklon tropis biasanya berkembang dari kondisi depresi tropis menjadi badai tropis dan akhirnya berubah menjadi siklon tropis.

“Silkon tropis merupakan sistem global yang tidak bisa dihindari. Jadi perlu dilakukan upaya mitigasi akibat atau dampak yang ditimbulkan,” papar Pakar Iklim dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Emilya Nurjani pada Jumat, 19 Januari 2024.

Sebelumnya, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan, bahwa Silkon Tropis Anggrek teridentifikasi telah terbentuk di sekitar Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu dan bibit Siklon 99S di sekitar utara Australia pada 16 Januari 2024. Siklon Anggrek ini berpotensi menimbulkan hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 16-22 Januari 2024 di sejumlah wilayah Indonesia.

Baca Juga: Pulau Jawa Waspada Hujan Lebat dan Ombak Tinggi 20-27 Januari

Curah hujan tinggi saat penghujan ini, Emilya menambahkan, tidak hanya disebabkan siklon tropis. Namun curah hujan tinggi juga disebabkan oleh monsun Asia dan pergerakan inter tropical convergen zone yang dapat menyebabkan tumbuhnya awan-awan konvergen di wilayah Indonesia sekitar bulan Januari- Februari.

“Curah hujan tinggi dapat menyebabkan banjir dan longsor, sehingga mitigasi bencana banjir dan longsor menjadi fokus utama kita,” ucap Emilya.

Pencegahan Dampak Siklon Tropis
Ada sejumlah upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor akibat tingginya curah hujan. Salah satunya melakukan pembersihan drainase dari sampah-sampah.

Baca Juga: Sugeng Sapto: Sedimentologi – Stratigrafi untuk Eksplorasi dan Mitigasi Bencana

“Biar saat hujan deras, air akan lancar mengalir dan masuk ke gorong-gorong hingga masuk sungai,” kata Emilya.

Lalu, memperdalam kedalaman sungai agar mampu menampung volume air atau debit air hujan yang masuk. Selain itu juga membersihkan sumur resapan atau biopori agar mampu menyimpan air hujan dengan maksimal.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: badai tropisBMKGcurah hujan tinggigaya curiolisgelombang tinggiPakar Iklim dan Lingkungan UGMSiklon Tropis Anggrek

Editor

Next Post
Bentrokan di Pulau Rempang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis, 7 September 2023, terkait proyek pembangunan kawasan Rempang Eco-City. Foto walhiriau.or.id.

Catatan KontraS Jelang Debat Keempat Pilpres, Banyak PSN Langgar HAM

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media