Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Solusi Palsu Krisis Iklim Membuat Beban Perempuan Kian Berat

Perempuan menjadi yang paling banyak terdampak perubahan iklim. Terlebih pemerintah menerapkan solusi palsu.

Selasa, 14 Maret 2023
A A
Aksi aksi Pedal untuk Rakyat dan Planet 2023.Foto istimewa.

Aksi aksi Pedal untuk Rakyat dan Planet 2023.Foto istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Akibatnya menghilangkan tradisi perempuan menangkap ikan di tepi danau yang disebut Monyilo, Mayamasapi, Mosango. Begitu pun dengan proyek geothermal di Purwokerto yang mengakibatkan air sumber kehidupan warga menjadi keruh.

Sementara di Pulau Wawonii, Sulawesi Tenggara, limbah akibat perluasan pertambangan nikel untuk ekosistem kendaraan listrik yang berakhir di pesisir atau laut menyebabkan kerusakan terumbu karang. Bahkan kerusakannya terus meluas dan menurunkan pendapatan harian mereka hingga lebih dari 50 persen.

Dampaknya, perempuan nelayan harus bekerja lebih lama hingga lebih dari 17 jam per hari agar perekonomian keluarga terus berjalan. Sebelum ada tambang, mereka tak lebih dari 10 jam bekerja sebagai perempuan nelayan.

Baca Juga: Aktivitas Megathrust Nias Simeulue Picu Gempa Dangkal Laut Singkil

Proyek energi skala besar marak digalakan pemerintah. Berdasarkan catatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), pada 2020 terdapat lebih dari 10,000 megawatt pembangkit listrik yang terpasang dan diklaim sebagai energi terbarukan oleh pemerintah. Pada 2025, pemerintah menargetkan pengembangan energi baru dan terbarukan sebesar 39,94 gigawatt (GW) pada 2030.

Transisi energi untuk keluar dari bahan bakar fosil tentu sangat penting sebagai cara untuk mengatasi krisis iklim. Namun, tanpa adanya pertimbangan dan persetujuan warga, termasuk perempuan dan kelompok minoritas lainnya, proyek pengembangan energi baru terbarukan yang dijalankan pemerintah hanya akan menjadi solusi palsu.

“Bukan solusi iklim, karena proyek yang dijalankan justru menghilangkan sumber-sumber kehidupan masyarakat,” kata perwakilan Walhi, Uli Arta.

Baca Juga: Gunung Merapi Kembali Erupsi, Potensi Bahaya Capai 7 Kilometer

Hentikan Bahan Bakar Fosil

Transisi energi mensyaratkan perubahan sistem, sehingga tidak sekadar mengubah batu bara menjadi panas bumi, air, dan lain sebagainya. Namun perlu mentransformasikan pembangunan energi dari yang sebelumnya berorientasi pada pasar menjadi berorientasi pada komunitas. Sekaligus memastikan akses, kontrol, partisipasi, dan manfaat bagi perempuan.

Mengayuh adalah cara untuk menghasilkan energi yang menggerakkan sepeda atau kendaraan kayuh lainnya. Aksi ini menjadi simbol bahwa selama ini perempuan, terutama perempuan akar rumput bersama komunitasnya telah menghasilkan berbagai inisiatif untuk mengatasi krisis iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Melalui aksi ini, kami mendesak pemerintah untuk melakukan upaya terbaik mengatasi krisis iklim. Tidak dengan solusi palsu, tidak menjadikan krisis iklim sebagai lahan investasi proyek energi. Tapi menghentikan bahan bakar fosil dan mengembangkan inisiatif berbasis masyarakat lokal dan komunitas,” ucap perwakilan Solidaritas Perempuan, Siti Zulaika. [WLC02]

Sumber: Walhi Nasional

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: aksi Pedal untuk Rakyat dan Planetbeban perempuanInternational Women’s Monthkrisis iklimperubahan iklimsolusi palsu krisis iklimWomen Pedal for People and Planet

Editor

Next Post
Gempa dangkal darat kembali guncang wilayah Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada Rabu, 15 Maret 2023 dengan magnitudo 3,1. Foto tangkap layar Google Earth pusat gempa berdasarkan koordinat episentrum gempa dari BMKG.

Gempa Dangkal Darat Kembali Guncang Tarutung

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media