Jumat, 10 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Surat Komunitas Vegan untuk Prabowo, Percepat Upaya Atasi Pemanasan Global

Hari Vegan Sedunia mengingatkan kita semua akan fakta bahwa apa yang kita konsumsi berkontribusi besar terhadap memburuknya perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Sabtu, 9 November 2024
A A
Ilustrasi makanan vegetarian. Foto JillWellington/pixabay.com.

Ilustrasi makanan vegetarian. Foto JillWellington/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Kelima, dalam laporan World Risk Report (WRI) tahun 2022, Indonesia tercatat sebagai negara nomor tiga di dunia yang paling berisiko terkena bencana setelah Filipina dan India.

Keenam, kondisi ini memburuk karena laporan WRI tahun 2023 menempatkan Indonesia sebagai negara kedua yang paling berisiko terkena bencana setelah Filipina. Padahal pada 2018 Indonesia tidak termasuk dalam 10 besar negara yang paling berisiko terhadap bencana.

Ketujuh, bergesernya posisi Indonesia menjadi negara yang berisiko sangat tinggi terhadap bencana ini menunjukkan, Indonesia memiliki tingkat paparan, kerentanan dan kerawanan tinggi terhadap bencana, sementara kapasitas penanganan bencana kurang dan minimnya adaptasi terhadap bencana.

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem, La Nina Tingkatkan Potensi Hujan Lebat Hingga Awal 2025

Kedelapan, pada 2014 – 2024 terdapat 35.925 kejadian bencana di Indonesia yang menghilangkan sedikitnya 11.350 nyawa.

Kesembilan, intensitas bencana di Indonesia juga menunjukkan trend peningkatan.

Sementara industri peternakan telah berkontribusi secara signifikan terhadap perubahan iklim melalui emisi gas rumah kaca (karbondioksida/CO2, Metana/CH4, Nitrous Oksida/NO2) dalam jumlah besar. Juga berkontribusi dalam perusakan lingkungan akibat polusi udara-tanah-air dan deforestasi secara luas, dan karenanya dampak industri peternakan terhadap pemanasan global tidak dapat diabaikan.

Baca Juga: Kasasi Ditolak MA, Perjuangan Suku Awyu Mempertahankan Hutan Papua Jalan Terus

“Tanpa pengurangan signifikan dalam konsumsi daging global, kita akan kehilangan peluang strategis dalam mengatasi perubahan iklim, menyelamatkan bumi dan segenap penghuninya,” papar Yogen.

Usulan untuk Pemerintahan Prabowo

Dengan mempertimbangkan berbagai fakta tersebut, komunitas Vegan Squad mengajukan usulan dan mendorong Pemerintahan Prabowo Subianto untuk mengambil langkah-langkah berikut:

Pertama, membuat kebijakan mengurangi konsumsi daging sebagai salah satu langkah strategis dan ekonomis dalam mengatasi perubahan iklim.

Baca Juga: Solusi Food Waste di Jakarta, Sampah Hotel Restoran Kafe Tak Masuk TPA

Kedua, menjalankan komitmen mengurangi deforestasi secara signifikan dan menghindari proyek-proyek pembangunan yang memperburuk deforestasi.

Ketiga, melakukan dan memperluas edukasi pada masyarakat tentang pola hidup vegan/vegetarian sebagai langkah efektif mengatasi perubahan iklim, dengan melibatkan berbagai pihak, seperti media, lembaga pendidikan, kelompok agamawan, korporasi, komunitas-komunitas vegan, dan lainnya.

Keempat, mendorong dan memfasilitasi produksi pangan lokal nabati untuk mendukung dan memperluas penerapan pola hidup vegan/vegetarian.

Kelima, mendukung dan memfasilitasi perluasan pertanian selaras alam dengan melibatkan organisasi dan komunitas petani. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Hari Vegan Seduniakomunitas veganpemanasan globalperubahan iklimVegan Squad

Editor

Next Post
Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi lagi, 7 November 2024. Foto Magma Indonesia.

Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi 11 Kali Sehari, Radius Zona Aman Diperluas 9 Km

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media