Wanaloka.com – Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengidentifikasi tiga titik utama masuknya banjir rob di Pekalongan, yaitu titik tengah kota, wilayah pesisir barat, dan kawasan timur. Proses identifikasi itu dengan menggabungkan hasil prediksi dan simulasi, teknologi ForeINTiFlood (Forensic Investigation Tidal Flood).
Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika, Fajar Yulianto menjelaskan, itik tengah terletak di area pusat kota dentgan kepadatan bangunan tinggi serta mengalami penurunan tanah signifikan akibat eksploitasi air tanah.
Sementara wilayah barat menunjukkan gejala kerusakan garis pantai dan degradasi mangrove yang berperan sebagai pelindung alami dari masuknya air laut ke darat. Adapun kawasan timur terdampak dinamika muara sungai serta akumulasi sedimen yang mempercepat proses banjir saat pasang tinggi.
Baca juga: Populasi Gajah Sumatera Kritis, Pakar Serukan Mitigasi Konflik Gajah dengan Manusia
Pendekatan ini mengacu pada prinsip “the present is the key to the past”. Ini adalah sebuah metode dalam geomorfologi untuk memahami proses alam dengan merekonstruksi kejadian historis melalui data masa kini.
Penelitian ini juga mengidentifikasi, bahwa empat faktor utama penyebab banjir rob di Pekalongan adalah topografi rendah, kondisi ekologi yang menurun, perubahan tata guna lahan yang masif, serta perkembangan infrastruktur yang tidak adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Analisis data multi-source-temporal dari tahun 2000 hingga 2020 turut memperkuat hasil pemodelan. Hasilnya menunjukkan pola perubahan signifikan, baik pada garis pantai, pola pemukiman, maupun luas genangan dari tahun ke tahun.
Baca juga: Curah Hujan Meningkat, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Awal Agustus 2025
Mengenal ForeINTiFlood
Teknologi ForeINTiFlood adalah kerangka investigasi forensik banjir rob yang dikembangkan PRTH BRIN. Kerangka ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam mengidentifikasi akar penyebab banjir rob dan menelusuri jalur masuk genangan di wilayah pesisir Pekalongan, Jawa Tengah.
Fajar menjelaskan teknologi ForeINTiFlood menjadi jawaban perlunya metode ilmiah yang komprehensif untuk mengungkap kompleksitas banjir rob. Pendekatan ini memadukan teknologi pemodelan hidrodinamika, integrasi data multi-source-temporal, dan algoritma pembelajaran mesin untuk mengkaji penyebab banjir dari berbagai sudut.
“Melalui pendekatan forensik berbasis data ini, kami tidak hanya mengidentifikasi di mana banjir terjadi, tetapi juga mengapa dan bagaimana air laut masuk ke wilayah darat. Jadi kami merekonstruksi sejarah banjir rob sekaligus memproyeksikan risikonya di masa depan,” ujar Fajar.
Discussion about this post