Rabu, 19 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi ForeINTiFlood Ungkap Tiga Titik Rawan Jalur Masuk Rob di Pekalongan

Menggunakan prinsip "the present is the key to the past", yakni metode dalam geomorfologi untuk memahami proses alam dengan merekonstruksi kejadian historis melalui data masa kini.

Selasa, 12 Agustus 2025
A A
Identifikasi jalur rob di Pekalongan dengan teknologi ForeINTiFlood. Foto Dok. BRIN.

Identifikasi jalur rob di Pekalongan dengan teknologi ForeINTiFlood. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengidentifikasi tiga titik utama masuknya banjir rob di Pekalongan, yaitu titik tengah kota, wilayah pesisir barat, dan kawasan timur. Proses identifikasi itu dengan menggabungkan hasil prediksi dan simulasi, teknologi ForeINTiFlood (Forensic Investigation Tidal Flood).

Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika, Fajar Yulianto menjelaskan, itik tengah terletak di area pusat kota dentgan kepadatan bangunan tinggi serta mengalami penurunan tanah signifikan akibat eksploitasi air tanah.

Sementara wilayah barat menunjukkan gejala kerusakan garis pantai dan degradasi mangrove yang berperan sebagai pelindung alami dari masuknya air laut ke darat. Adapun kawasan timur terdampak dinamika muara sungai serta akumulasi sedimen yang mempercepat proses banjir saat pasang tinggi.

Baca juga: Populasi Gajah Sumatera Kritis, Pakar Serukan Mitigasi Konflik Gajah dengan Manusia

Pendekatan ini mengacu pada prinsip “the present is the key to the past”. Ini adalah sebuah metode dalam geomorfologi untuk memahami proses alam dengan merekonstruksi kejadian historis melalui data masa kini.

Penelitian ini juga mengidentifikasi, bahwa empat faktor utama penyebab banjir rob di Pekalongan adalah topografi rendah, kondisi ekologi yang menurun, perubahan tata guna lahan yang masif, serta perkembangan infrastruktur yang tidak adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Analisis data multi-source-temporal dari tahun 2000 hingga 2020 turut memperkuat hasil pemodelan. Hasilnya menunjukkan pola perubahan signifikan, baik pada garis pantai, pola pemukiman, maupun luas genangan dari tahun ke tahun.

Baca juga: Curah Hujan Meningkat, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Awal Agustus 2025

Mengenal ForeINTiFlood

Teknologi ForeINTiFlood adalah kerangka investigasi forensik banjir rob yang dikembangkan PRTH BRIN. Kerangka ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam mengidentifikasi akar penyebab banjir rob dan menelusuri jalur masuk genangan di wilayah pesisir Pekalongan, Jawa Tengah.

Fajar menjelaskan teknologi ForeINTiFlood menjadi jawaban perlunya metode ilmiah yang komprehensif untuk mengungkap kompleksitas banjir rob. Pendekatan ini memadukan teknologi pemodelan hidrodinamika, integrasi data multi-source-temporal, dan algoritma pembelajaran mesin untuk mengkaji penyebab banjir dari berbagai sudut.

“Melalui pendekatan forensik berbasis data ini, kami tidak hanya mengidentifikasi di mana banjir terjadi, tetapi juga mengapa dan bagaimana air laut masuk ke wilayah darat. Jadi kami merekonstruksi sejarah banjir rob sekaligus memproyeksikan risikonya di masa depan,” ujar Fajar.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: banjir robPekalonganPRTH BRINteknologi ForeINTiFlood

Editor

Next Post
Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untukmencegah karhutla di Riau, 14 Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Pemerintah Andalkan OMC Atasi Karhutla, Habiskan Rp300 Juta Per Jam

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media