Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi ForeINTiFlood Ungkap Tiga Titik Rawan Jalur Masuk Rob di Pekalongan

Menggunakan prinsip "the present is the key to the past", yakni metode dalam geomorfologi untuk memahami proses alam dengan merekonstruksi kejadian historis melalui data masa kini.

Selasa, 12 Agustus 2025
A A
Identifikasi jalur rob di Pekalongan dengan teknologi ForeINTiFlood. Foto Dok. BRIN.

Identifikasi jalur rob di Pekalongan dengan teknologi ForeINTiFlood. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengidentifikasi tiga titik utama masuknya banjir rob di Pekalongan, yaitu titik tengah kota, wilayah pesisir barat, dan kawasan timur. Proses identifikasi itu dengan menggabungkan hasil prediksi dan simulasi, teknologi ForeINTiFlood (Forensic Investigation Tidal Flood).

Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika, Fajar Yulianto menjelaskan, itik tengah terletak di area pusat kota dentgan kepadatan bangunan tinggi serta mengalami penurunan tanah signifikan akibat eksploitasi air tanah.

Sementara wilayah barat menunjukkan gejala kerusakan garis pantai dan degradasi mangrove yang berperan sebagai pelindung alami dari masuknya air laut ke darat. Adapun kawasan timur terdampak dinamika muara sungai serta akumulasi sedimen yang mempercepat proses banjir saat pasang tinggi.

Baca juga: Populasi Gajah Sumatera Kritis, Pakar Serukan Mitigasi Konflik Gajah dengan Manusia

Pendekatan ini mengacu pada prinsip “the present is the key to the past”. Ini adalah sebuah metode dalam geomorfologi untuk memahami proses alam dengan merekonstruksi kejadian historis melalui data masa kini.

Penelitian ini juga mengidentifikasi, bahwa empat faktor utama penyebab banjir rob di Pekalongan adalah topografi rendah, kondisi ekologi yang menurun, perubahan tata guna lahan yang masif, serta perkembangan infrastruktur yang tidak adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Analisis data multi-source-temporal dari tahun 2000 hingga 2020 turut memperkuat hasil pemodelan. Hasilnya menunjukkan pola perubahan signifikan, baik pada garis pantai, pola pemukiman, maupun luas genangan dari tahun ke tahun.

Baca juga: Curah Hujan Meningkat, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Awal Agustus 2025

Mengenal ForeINTiFlood

Teknologi ForeINTiFlood adalah kerangka investigasi forensik banjir rob yang dikembangkan PRTH BRIN. Kerangka ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam mengidentifikasi akar penyebab banjir rob dan menelusuri jalur masuk genangan di wilayah pesisir Pekalongan, Jawa Tengah.

Fajar menjelaskan teknologi ForeINTiFlood menjadi jawaban perlunya metode ilmiah yang komprehensif untuk mengungkap kompleksitas banjir rob. Pendekatan ini memadukan teknologi pemodelan hidrodinamika, integrasi data multi-source-temporal, dan algoritma pembelajaran mesin untuk mengkaji penyebab banjir dari berbagai sudut.

“Melalui pendekatan forensik berbasis data ini, kami tidak hanya mengidentifikasi di mana banjir terjadi, tetapi juga mengapa dan bagaimana air laut masuk ke wilayah darat. Jadi kami merekonstruksi sejarah banjir rob sekaligus memproyeksikan risikonya di masa depan,” ujar Fajar.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: banjir robPekalonganPRTH BRINteknologi ForeINTiFlood

Editor

Next Post
Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untukmencegah karhutla di Riau, 14 Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Pemerintah Andalkan OMC Atasi Karhutla, Habiskan Rp300 Juta Per Jam

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media