Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi ForeINTiFlood Ungkap Tiga Titik Rawan Jalur Masuk Rob di Pekalongan

Menggunakan prinsip "the present is the key to the past", yakni metode dalam geomorfologi untuk memahami proses alam dengan merekonstruksi kejadian historis melalui data masa kini.

Selasa, 12 Agustus 2025
A A
Identifikasi jalur rob di Pekalongan dengan teknologi ForeINTiFlood. Foto Dok. BRIN.

Identifikasi jalur rob di Pekalongan dengan teknologi ForeINTiFlood. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengidentifikasi tiga titik utama masuknya banjir rob di Pekalongan, yaitu titik tengah kota, wilayah pesisir barat, dan kawasan timur. Proses identifikasi itu dengan menggabungkan hasil prediksi dan simulasi, teknologi ForeINTiFlood (Forensic Investigation Tidal Flood).

Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika, Fajar Yulianto menjelaskan, itik tengah terletak di area pusat kota dentgan kepadatan bangunan tinggi serta mengalami penurunan tanah signifikan akibat eksploitasi air tanah.

Sementara wilayah barat menunjukkan gejala kerusakan garis pantai dan degradasi mangrove yang berperan sebagai pelindung alami dari masuknya air laut ke darat. Adapun kawasan timur terdampak dinamika muara sungai serta akumulasi sedimen yang mempercepat proses banjir saat pasang tinggi.

Baca juga: Populasi Gajah Sumatera Kritis, Pakar Serukan Mitigasi Konflik Gajah dengan Manusia

Pendekatan ini mengacu pada prinsip “the present is the key to the past”. Ini adalah sebuah metode dalam geomorfologi untuk memahami proses alam dengan merekonstruksi kejadian historis melalui data masa kini.

Penelitian ini juga mengidentifikasi, bahwa empat faktor utama penyebab banjir rob di Pekalongan adalah topografi rendah, kondisi ekologi yang menurun, perubahan tata guna lahan yang masif, serta perkembangan infrastruktur yang tidak adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Analisis data multi-source-temporal dari tahun 2000 hingga 2020 turut memperkuat hasil pemodelan. Hasilnya menunjukkan pola perubahan signifikan, baik pada garis pantai, pola pemukiman, maupun luas genangan dari tahun ke tahun.

Baca juga: Curah Hujan Meningkat, Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi Awal Agustus 2025

Mengenal ForeINTiFlood

Teknologi ForeINTiFlood adalah kerangka investigasi forensik banjir rob yang dikembangkan PRTH BRIN. Kerangka ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam mengidentifikasi akar penyebab banjir rob dan menelusuri jalur masuk genangan di wilayah pesisir Pekalongan, Jawa Tengah.

Fajar menjelaskan teknologi ForeINTiFlood menjadi jawaban perlunya metode ilmiah yang komprehensif untuk mengungkap kompleksitas banjir rob. Pendekatan ini memadukan teknologi pemodelan hidrodinamika, integrasi data multi-source-temporal, dan algoritma pembelajaran mesin untuk mengkaji penyebab banjir dari berbagai sudut.

“Melalui pendekatan forensik berbasis data ini, kami tidak hanya mengidentifikasi di mana banjir terjadi, tetapi juga mengapa dan bagaimana air laut masuk ke wilayah darat. Jadi kami merekonstruksi sejarah banjir rob sekaligus memproyeksikan risikonya di masa depan,” ujar Fajar.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: banjir robPekalonganPRTH BRINteknologi ForeINTiFlood

Editor

Next Post
Persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untukmencegah karhutla di Riau, 14 Juni 2024. Foto Dok. BMKG.

Pemerintah Andalkan OMC Atasi Karhutla, Habiskan Rp300 Juta Per Jam

Discussion about this post

TERKINI

  • Industri wisata On The Rock di bangun di atas karst Gunungsewu, Gunungkidul, Selasa, 6 Mei 2026. Foto Pito Agustin/wanaloka.com.Walhi Yogya Ingatkan, Sanksi Denda Industri Wisata di KBAK Gunungsewu Tak Membuat Jera
    In News
    Kamis, 7 Mei 2026
  • Pegiat lingkungan,, Arief Kamarudin menunjukkan ikana sapu-sapu yang ditangkapnya. Foto @ariefkamarudin/instagram.Bagaimana Ikan Asal Amazon Bisa Menginvasi Sungai di Indonesia?
    In Rehat
    Kamis, 30 April 2026
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat berbicara kepada awak media usai sertijab, 29 APril 2026. Foto KLH/BPLH.Pesan Walhi dan Janji Menteri Baru Lingkungan Hidup
    In News
    Rabu, 29 April 2026
  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media