Baca Juga: Pelajari Ilmu Aerosol untuk Rancang Strategi Hadapi Krisis Iklim
Kibarkan Merah Putih di Laut Pulau Pramuka
Kemudian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang melakukan pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Pramuka tahun ini lolos 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.
Sandiaga tiba di Pulau Pramuka pukul 09:45 WIB menggunakan speed boat yang berangkat dari dermaga Pantai Marina Ancol. Ia menuju Lapangan Sepak Bola Pulau Pramuka untuk mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang dilakukan secara daring dari IKN.
“Ini merupakan keberpihakan pemerintah pusat kepada daerah terdepan, terluar, dan di beberapa aspek masih tertinggal dibandingkan dengan teman-teman kita di daratan, di Daerah Khusus Jakarta. Semoga Kepulauan Seribu yang selama ini mengalami banyak tantangan bisa segera mencapai banyak kemajuan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Sandiaga.
Baca Juga: SiTampan, Metode Tanam Mangrove untuk Lahan Ekstrem
Sandiaga mengatakan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepulauan Seribu. Ia pun telah hadir melalui serangkaian program unggulan seperti ADWI 2024 dan kabupaten/kota (KaTa) Kreatif untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda di Kepulauan Seribu.
Dalam kesempatan itu, Sandiaga mengenakan busana Suku Dayak Lebo Pedalaman Kelay, Berau, Kalimantan Timur. Busana itu berupa rompi berbahan kulit kayu warna cokelat dilengkapi dengan topi berhias bulu burung enggang yang berjuntai. Ia mendapatkan busana ini langsung dari Berau saat kunjungan ke Desa Wisata Derawan.
Pimpin Upacara di Sabu Raijua
Adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono memastikan optimalisasi pelaksanaan program ekonomi biru, sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat termasuk yang berada pulau-pulau kecil dan terluar.
Baca Juga: Target Nol Emisi Karbon di IKN Sulit Tercapai, Ini Alasan Pengamat
“Kehadiran kami di Kabupaten Sabu Raijua, sebagai salah satu bentuk komitmen dan perhatian untuk mengangkat potensi daerah terluar,” ujar Trenggono saat menjadi inspektur upacara di Kabupaten Sabu-Raijua, Nusa Tenggara Timur.
Ia ingin melihat bagaimana implementasi pembangunan di sektor kelautan dan perikanan, khususnya di Kabupaten Sabu Raijua. Ia juga ingin memastikan semua punya semangat yang sama, bahwa program pembangunan kelautan dan perikanan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat di daerah terluar di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut Trenggono menjelaskan, bahwa program ekonomi biru yang digagasnya merupakan upaya untuk mendorong pembangunan di sektor kelautan dan perikanan secara merata. Selain sebagai upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekologi laut bagi generasi mendatang, seluruh program tersebut prinsipnya adalah ikhtiar untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan yang merata antar wilayah serta tumbuhnya ekosistem bisnis kelautan dan perikanan yang kuat dan mandiri.
Program ekonomi biru meliputi memperluas kawasan konservasi laut; penangkapan berbasis kuota; mengembangkan laut, tawar, ikan terukur budidaya air payau yang berkelanjutan; Pengelolaan dan pengawasan pesisir dan pulau-pulau kecil; serta penanganan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan atau Bulan Cinta Laut (BCL). [WLC02]
Sumber: PPID KLHK, Kemenparekraf, KKP
Discussion about this post