Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Menteri Gelar Upacara HUT ke-79 RI di Gunung, Dasar Laut dan Pulau Terluar

Minggu, 18 Agustus 2024
A A
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengibarkan bendera amerha Putih di dasar laut Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 17 Agustus 2024. Foto Dok. Kemenparekraf.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengibarkan bendera amerha Putih di dasar laut Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 17 Agustus 2024. Foto Dok. Kemenparekraf.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tak semua Menteri Kabinet Indonesia Maju mengikuti kemegahan upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 17 Agustus 2024 lalu. Mereka melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo untuk menggelar upacara kemerdekaan di wilayah 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terluar. Beberapa menteri tampak memimpin upacara di gunung, di laut, bahkan di pulau terluar. Siapa saja mereka?

Inspektur Upacara di 1.200 mdpl Gunung Rinjani

Adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-79 RI di Sembalun. Tempat itu adalah salah satu lokasi konservasi terindah di Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sembalun berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini dari Gunung Rinjani. Sementara untuk mendaki hingga ke puncak gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia itu harus menempuh ketinggian 3.726 mdpl.

Baca Juga: Tujuh Masalah Struktural Agraria yang Tak Disinggung Jokowi dalam Pidato Kenegaraan

Siti didampingi Dirjen KSDAE, Dirjen Gakkum, Kepala BSI, staf ahli, eselon II, dan Kepala UPT Lingkup KLHK wilayah Bali Nusa Tenggara. Upacara dihadiri berbagai elemen mulai dari pemerintah daerah, aparat TNI dan Polri, tokoh masyarakat, pelajar, hingga organisasi wanita dan kepemudaan sebagai peserta upacara.

Upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sembalun berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju”. Tema ini menjadi simbol semangat untuk mendorong kemajuan dan keberlanjutan bangsa.

“Kemerdekaan yang diraih harus mencakup makna lebih luas. Selain kemerdekaan politik, juga kebebasan untuk hidup di lingkungan yang sehat dan lestari serta untuk hidup sejahtera,” kata Siti.

Baca Juga: HUT RI, Organisasi Sipil dan Warga Korban IKN Serukan “Indonesia is Not For Sale”

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, melalui upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pemanfaatan akses hutan sosial bagi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur hijau.

Usai upacara, Siti berinteraksi dan melihat langsung hasil kerja masyarakat setempat. Ia menyempatkan untuk menyapa para pendaki yang berada di ketinggian puncak Rinjani 3.726 mdpl. Juga berkomunikasi melalui telekonferensi dengan para pendaki di ketinggian sekitar 2.008 mdpl yang turut menggelar upacara di Danau Segara Anak. Para pendaki ini merupakan peserta kegiatan Tapak Rinjani dari Mapala Fakultas Ekonomi Universitas Mataram.

Selanjutnya, Siti mengadakan pertemuan di kantor Resort 2 TNG Rinjani di Sembalun dengan enam kelompok masyarakat konservasi. Sekaligus menyerahkan bantuan usaha ekonomi produktif tiap-tiap kelompok sebesar Rp30 juta. Ia juga berkesempatan melepaskan liarkan Elang Bondol bernama Anjani dan Jayengrana, sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian alam.

Baca Juga: Kekeruhan Atmosfer Akibat Erupsi Gunung Merapi 2010 Turun 36 Persen

Siti juga berkunjung ke Persemaian Mandalika. Ia menyampaikan, Indonesia telah memiliki enam persemaian skala besar yang sudah beroperasional penuh, yaitu Persemaian Rumpin di Bogor, Persemaian Mentawir di Kalimantan Timur, Persemaian Likupang di Sulawesi Utara, Persemaian Bajo di NTT, Persemaian Toba di Sumatera Utara, dan Persemaian Mangrove G20 Suwung di Bali.

Menyusul kemudian Persemaian Lianganggang di Kalimantan Selatan yang sedang persiapan operasional dan Persemaian Mandalika yang perkembangannya telah mencapai 90 persen. Juga Persemaian Kemampo di Sumatera Selatan yang saat ini dalam proses pembangunan. Ia juga mengajak untuk memikirkan tata kelola persemaian skala besar ke depan.

“Persemaian Mandalika merupakan upaya percepatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di NTB. Harapannya dapat berkolaborasi dengan Dinas Provinsi NTB melalui penyiapan hub-hub di seluruh KPH,” kata dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: daerah 3THUT ke-79 RIKabupaten Sabu RaijuaPulau Pramukasampah lautSembalunTaman Nasional Gunung Rinjani

Editor

Next Post
Berwisata menyelam sembari melakukan transplantasi terumbu karang di Pulau Pramuka, 17 Agustus 2024. Foto Dok. Kemenparekraf.

Menyelam Sambil Melakukan Transplantasi Terumbu Karang demi Wisata Berkelanjutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media