Wanaloka.com – Gunungan sampah di TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat yang menjadi lokasi pembuangan utama sampah dari Jakarta, kembali longsor hingga merenggut nyawa. Ada tujuh orang, termasuk petugas pengelola sampah dilaporkan tewas tertimbun longsoran.
Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menegaskan tragedi ini menunjukkan sistem pengelolaan sampah yang selama ini bertumpu pada penumpukan di tempat pengelolaan akhir telah mencapai titik krisis dan membahayakan keselamatan manusia. Kementerian Lingkungan Hidup serta pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Jakarta dinilai gagal mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah sehingga menyebabkan bencana dan tragedi kemanusiaan berulang.
Tragedi di TPA Bantargebang bukan sekadar kecelakaan, melainkan konsekuensi dari model pengelolaan sampah yang terus mempertahankan praktik open dumping: kumpul, angkut lalu buang dan menumpuk sampah dalam skala besar, hingga menyerupai sebuah bukit. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan pencemaran, tetapi juga menciptakan risiko bencana bagi pekerja, pemulung, dan warga yang hidup di sekitar lokasi pembuangan.
Baca juga: Kemarau Panjang, Pendampingan Penyuluh Pertanian untuk Mitigasi Risiko
“Peristiwa ini mengulang luka lama yang seharusnya sudah menjadi pelajaran penting bagi negara,” kata Pengkampanye Urban Berkeadilan Walhi, Wahyu Eka Styawan.
Dahulu ada tragedi longsor sampah besar di Leuwigajah yang menewaskan ratusan orang. Dua dekade lebih kemudian, pendekatan pengelolaan sampah nasional masih bertumpu pada penumpukan di tempat pembuangan akhir yang terus meninggi dan semakin berbahaya.
“Sebelumnya, TPA Cipayung juga telah longsor. Jika dihitung selama musim penghujan ini telah terjadi 3-5 kejadian longsor dalam kurun waktu 6 bulan saja,” papar dia.
Kondisi di TPA Bantargebang mencerminkan krisis yang lebih luas di berbagai kota di Indonesia. Banyak tempat pembuangan akhir telah melampaui kapasitas daya tampungnya, sementara produksi sampah terus meningkat tanpa strategi pengurangan yang serius.






Discussion about this post