Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kemarau Panjang, Pendampingan Penyuluh Pertanian untuk Mitigasi Risiko

Selasa, 10 Maret 2026
A A
Ilustrasi gagal panen. Foto ID 12019/pixabay.com.

Ilustrasi gagal panen. Foto ID 12019/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tiba lebih awal, berlangsung lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata. Prediksi kemarau yang akan terjadi pada April akan memengaruhi sektor pertanian yang bergantung dengan sumber daya air, baik dari air hujan maupun air irigasi.

“Kemarau yang panjang menyebabkan gagal tanam dan gagal panen, yang ujung-ujungnya tentunya akan menurunkan produksi pertanian,” kata Dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Bayu Dwi Apri Nugroho, Selasa, 10 Mare 2026.

Untuk menghadapi musim kemarau yang lebih panjang sekaligus lebih kering ini, Bayu menilai pelaku di sektor pertanian perlu beradaptasi. Komunikasi lebih intensif antara petani dan penyuluh menjadi salah satu kunci dalam adaptasi dan mitigasi. Acapkali petani kurang mendapatkan informasi terkait kondisi cuaca yang tidak menentu.

Baca juga: Atasi Pencemaran Racun Pestisida Sungai Cisadane dengan 10 Ribu Liter Eco Enzyme

Pendampingan yang intensif dari penyuluh diharapkan bisa mitigasi ancaman dampak gagal tanam dan gagal panen.

“Petani dan penyuluh menjadi kunci sukses di level bawah dalam menghadapi kemarau yang panjang,” ucap dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknologi Pertanian UGMgagal panenGagal Tanamkemarau panjangmitigasi risiko

Editor

Next Post
TPA Bantargebang di Bekasi longsor, 8 Maret 2026. Foto KLH/BPLH.

TPA Bantargebang Longsor Lagi, Pemerintah Harus Reformasi Tata Kelola Sampah

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media