Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada Potensi Karhutla Musim Kemarau Agustus-September 2023

Kamis, 29 Desember 2022
A A
Rakornis Pengendalian Karhutla dan Antisipasi Kemarau 2023.Foto bmkg.go.id

Rakornis Pengendalian Karhutla dan Antisipasi Kemarau 2023.Foto bmkg.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

“Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 19 titik atau 1,49 persen,” kata Laksmi.

Sedangkan periode 2022 terdapat penurunan akumulasi luas karhutla sebesar kurang lebih 154.180 hektare (42,96 persen) dibanding periode 2021.

Dalam rakornis yang dihadiri perwakilan BMKG, BNPB, BRGM, BRIN, TNI, POLRI, dan akademisi itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menjelaskan bahwa forum tersebut merangkum berbagai evaluasi dan masukan para stakeholder. Termasuk prediksi iklim 2023 serta langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Hasil rangkuman akan disampaikan Siti kepada Menko Polhukam untuk diteruskan kepada Presiden serta mengusulkan untuk dilakukan Rapat Koordinasi Nasional.

Baca Juga: Laut Banda Kembali Diguncang Gempa

Siti juga menyampaikan lima instrumen terkait solusi permanen pengendalian karhutla, yaitu sistem pemantauan hotspot dan operasi, Teknik Modifikasi Cuaca (TMC), Operasi Lapangan atau Patroli, Landscape Managemen Gambut dan law enforcement, serta livelihood dan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih, 2022, kita sudah melalui dengan baik. Masih ada catatan kejadian karhutla, tetapi masih dapat diatasi,” kata Siti. [WLC02]

Sumber: BMKG, KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ENSO dan IODhotspotkarhutlaLa Ninamusim kemaraurakornisTeknik Modifikasi Cuacatitik apiTMC

Editor

Next Post
Contoh kandungan cemaran mikroplastik dari air sungai. Foto dok.Ecoton

Masalah Besar Lingkungan Sungai Indonesia, Tercemar Mikroplastik Akibat Sampah Plastik

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media