Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Waspada Potensi Karhutla Musim Kemarau Agustus-September 2023

Kamis, 29 Desember 2022
A A
Rakornis Pengendalian Karhutla dan Antisipasi Kemarau 2023.Foto bmkg.go.id

Rakornis Pengendalian Karhutla dan Antisipasi Kemarau 2023.Foto bmkg.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menghimbau untuk mewaspadai musim kemarau Agustus-September 2023. Sebab potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada bulan itu dapat lebih besar ketimbang saat kemarau basah pada 2020, 2021 dan 2022.

“Khususnya potensi karhutla di wilayah utara Sumatera, yaitu Sumatera Utara, Riau dan Aceh pada Februari 2023,” kata Dwikorita dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Antisipasi Musim Kemarau 2023 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Auditorium Manggala Wanabakti, 29 Desember 2022.

Sementara berdasarkan kondisi iklim hingga Juni 2023, secara umum potensi rendah untuk kejadian titik api (hotspot).

Baca Juga: Waspada Bencana Hidrometeorologi di 7 Provinsi Ini Jelang Akhir Tahun

Dwikorita juga memaparkan, bahwa ENSO (El Nino-Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole) 2023 diprediksi pada fase netral. ENSO dan IOD merupakan faktor iklim yang mempengaruhi variabilitas curah hujan di Indonesia, terutama pada skala waktu inter-annual. Data tersebut akan diperbaharui kembali pada Februari 2023 saat merilis prakiraan musim kemarau oleh Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG.

“Curah hujan tahunan 2023 diprediksi umumnya pada kategori normal. Sedikit lebih rendah dibandingkan 2022 (dalam kondisi La Nina),” imbuh Dwikorita.

Sementara Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Laksmi Dewanthi dalam laporannya menyampaikan perbandingan hotspot 2021 dan 2022. Berdasarkan satelit Terra/Aqua (NASA) dengan confident level di atas 80 persen, terdapat 1.297 titik hotspot pada 1 Januari-28 Desember 2022. Pada periode yang sama tahun 2021, jumlah hotspot sebanyak 1.278 titik.

Baca Juga: Cegah Keresahan, DPR Minta Diseminasi Informasi Cuaca Ekstrem Satu Pintu

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ENSO dan IODhotspotKarhutlaLa Ninamusim kemaraurakornisTeknik Modifikasi Cuacatitik apiTMC

Editor

Next Post
Contoh kandungan cemaran mikroplastik dari air sungai. Foto dok.Ecoton

Masalah Besar Lingkungan Sungai Indonesia, Tercemar Mikroplastik Akibat Sampah Plastik

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media