Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Yusuf Surachman, Peta Batimetri Kumpulkan Data untuk Memprediksi Tsunami

Rabu, 10 Juli 2024
A A
Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Yusuf Surachman Djajadihardja. Foto researchgate.net.

Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Yusuf Surachman Djajadihardja. Foto researchgate.net.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peta Batimetri dapat diartikan pengukuran dan pemetaan topografi dasar laut. Keberadaannya dibutuhkan mengingat lautan Indonesia luas dan memiliki kekayaan laut yang melimpah, seperti ikan, mineral, dan minyak bumi. Juga berperan di bidang keilmuan, seperti untuk mengetahui topografi pulau-pulau yang saling menyambung di perairan Indonesia.

“Kehadiran Peta Batimetri diperlukan untuk membantu pemerintah mengelola sumber daya laut secara berkelanjutan,” Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yusuf Surachman Djajadihardja dalam webinar Diskusi Geologi Sumber Daya (Digdaya) pada 8 Juni 2024 lalu.

Peta Batimetri tak hanya menunjukkan pemahaman dan pemanfaatan laut secara optimal. Manfaatnya tidak sebatas sektor maritim, tetapi juga meluas ke berbagai bidang lain, seperti riset, perikanan, industri, pariwisata. Namun juga dalam penanggulangan bencana alam.

Baca Juga: DPR Sahkan RUU KSDAHE dan Walhi Menolak karena Poin-poin Kritis Diabaikan

“Bahkan setelah terjadi gempa besar bawah laut yang menyebabkan tsunami, Peta Batimetri dapat langsung mengevaluasi deformasinya,” jelas Yusuf.

Ia mencontohkan kasus tsunami Jepang tanggal 11 Maret 2011. Jepang dapat langsung mengidentifikasi penyebab tsunami. Sehari setelah bencana tersebut, pemerintah di sana mengumumkan ada pergerakan sepanjang 50 meter dilihat dari awal data pembanding.

Sementara saat terjadi bencana tsunami Aceh pada tahun 2004, Indonesia tidak memiliki data awal, sehingga tidak dapat melihat perambatan tsunami. Sementara gempa yang sebelumnya terjadi telah mengakibatkan permukaan dasar laut yang berantakan dan menghasilkan lumpur yang sangat banyak.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Peta Batimetritopografi dasar lauttsunami Acehtsunami JepangYusuf Surachman Djajadihardja

Editor

Next Post
Kawasan tambang di Bone Bolango yang longsor, 8 Juli 2024. Foto BPBD Bone Bolango.

Data Terkini Longsor Tambang Tulabo Bone Bolango 23 Orang Tewas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media