Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada 500 Resep Pangan Biru Warisan Leluhur Atasi Krisis Global

Kebijakan pangan biru nasional harus menjadi arus utama dalam strategi ketahanan pangan nasional dengan memperhatikan daya dukung lingkungan laut serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Minggu, 3 Agustus 2025
A A
Ilustrasi kepiting. Foto Dok. DKKP Buleleng.

Ilustrasi kepiting. Foto Dok. DKKP Buleleng.

Share on FacebookShare on Twitter

“Pangan biru seperti ikan, rumput laut, dan kerang kaya nutrisi dan mempunyai jejak karbon yang lebih rendah daripada daging merah. Selain itu, pangan biru dapat menopang ekonomi masyarakat pesisir serta perairan darat,” papar Tukul.

500 resep ikan

Sementara Dosen Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Atin Prabandari menyorit kerja-kerja perempuan menjadi sebuah aspek yang kerap dilupakan dalam pembahasan mengenai pangan biru. Padahal, kerja-kerja perempuan mempunyai peran besar dalam pengelolaan pangan biru hingga dapat dikonsumsi.

Baca juga: Potensial Jadi Parfum Tropis Premium, Hilirisasi Kemenyan Harus Pertimbangkan Kelestarian Hutan

“Perempuan punya peran mayoritas dalam pangan biru, utamanya dalam pascapanen dan pengelolaannya. Angkanya ini lebih dari 60-70 persen,” ujar Atin.

Menurut dia, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai peran perempuan. Pertama, bagaimana mengubah pola pikir masyarakat, khususnya dari aspek kultur dan ekonomi, termasuk bagi kalangan perempuan itu sendiri. Kedua, perlu juga mendokumentasikan kerja-kerja perempuan di bidang tersebut sehingga mencapai kesadaran bersama mengenai perempuan dan pangan biru pada masyarakat.

Selaras dalam hal pendokumentasian, Meilati Batubara dari NUSA Indonesian Gastronomy Foundation mengisahkan prosesnya dalam mendokumentasikan menu-menu lokal berbasis pangan biru. Mei dan timnya berhasil mengumpulkan 500 resep di seluruh Indonesia. Jumlahnya yang banyak ini berasal dari warisan moyang bangsa Indonesia yang jamak mengonsumsi hewan laut.

Baca juga: Catatan Walhi, Karhutla Berulang Bukti Negara Melindungi Korporasi Pembakar Hutan

Ia mencontohkan bagaimana ikan poro-poro yang menjadi panganan lokal masyarakat di sekitar Danau Toba. Ada pula nyale atau sejenis cacing laut yang menjadi menjadi panganan lokal khas masyarakat Pulau Lombok. Mei mendukung pendokumentasian dan pencatatan pangan lokal berbasis pangan biru sebagai kekayaan kuliner Nusantara.

Erwin Sabarini selaku perwakilan Climateworks Centre menyampaikan kegiatan ini mengajak masyarakat konsep Blue Food Nexus dengan pengalaman untuk mencicipi hidangan laut dan air tawar secara langsung.

Selain itu, kegiatan ini ditujukan untuk membuka dialog mengenai inovasi pangan biru dan menjadi ruang dialog seputar ketahanan pangan, kesehatan, laut, dan kebijakan iklim.

“Pangan biru itu bukan hanya mengenai bukan sekadar menu laut, tetapi juga wujud nyata aksi iklim yang berkeadilan,“ kata Erwin. [WLC02]

Sumber: UGM, IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fisipol UGMIPB Universitykrisis globalpangan biru

Editor

Next Post
Salah satu dari 42 ekor harimau Sumatera yang tertangkap kamera trap di Bengkulu. Foto Dok. Kemenhut.

Ada 42 Ekor Harimau Sumatera Tertangkap Kamera Trap di Bentang Alam Bengkulu

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media