Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada 42 Ekor Harimau Sumatera Tertangkap Kamera Trap di Bentang Alam Bengkulu

Senin, 4 Agustus 2025
A A
Salah satu dari 42 ekor harimau Sumatera yang tertangkap kamera trap di Bengkulu. Foto Dok. Kemenhut.

Salah satu dari 42 ekor harimau Sumatera yang tertangkap kamera trap di Bengkulu. Foto Dok. Kemenhut.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebanyak 42 individu harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) terdeteksi di tiga bentang alam utama Provinsi Bengkulu, yakni Bukit Balai Rejang Selatan, Seblat, dan Bukit Balai Rejang. Data ini diperoleh dari dokumentasi kamera trap serta catatan patroli rutin yang mencatat keberadaan harimau dan interaksi negatif dengan manusia yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bersama para mitra selama periode 2020–2025.

Dalam survei yang dilakukan pada Maret–Mei 2025 di kawasan Seblat, tim berhasil merekam 1.860 foto kejadian dari 16 unit kamera trap yang dipasang selama 52 hari. Rekaman tersebut menunjukkan aktivitas harimau Sumatera di area Hutan Produksi Air Rami, HPT Lebong Kandis, dan HPT Ipuh I. Juga keberadaan berbagai satwa lain seperti tapir, kijang, rusa sambar, gajah Sumatera, macan dahan, kucing emas, hingga anjing hutan (ajak).

“Artinya, kawasan Seblat masih menjadi habitat penting bagi harimau Sumatera dan satwa liar lain yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Himawan Sasongko.

Baca juga: Ada 500 Resep Pangan Biru Warisan Leluhur Atasi Krisis Global

Sebagai upaya verifikasi, BKSDA Bengkulu-Lampung bersama pemerintah daerah, LSM, dan mitra konservasi menggelar Focus Group Discussion (FGD) Verifikasi Data Harimau Sumatera. FGD ini bertujuan memastikan keakuratan data sebaran harimau di Bengkulu sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut konservasi ke depan.

Meski temuan ini menjadi kabar baik, ancaman terhadap kelestarian harimau Sumatera masih tinggi. Mulai dari perburuan liar, perambahan hutan, hingga konflik dengan manusia akibat menyusutnya habitat alami. Kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kawasan hutan dan habitat harimau menjadi sangat penting.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA Bengkulu-Lampungharimau sumaterakamera trapkonflik dengan manusia

Editor

Next Post
Warga Morosi, Kabupaten konawe< Sulawesi Tenggara menuntut PLTU yang sebabkan pencemaran lingkungan. Foto Dok. Walhi.

PN Unaaha Putuskan PLTU Lakukan Perbuatan Melawan Hukum di Morosi

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media