Minggu, 31 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Air Warga di TPA Piyungan Tercemar, Belajarlah Pengelolaan Sampah di TPST Bantar Gebang

Pengelolaan sampah terpadu telah dipraktikkan di TPST Bantar Gebang. TPA Piyungan di Bantul dan daerah lain bisa mengadopsinya.

Minggu, 26 Mei 2024
A A
Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.

Gunungan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Foto UPST DLH DKI Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

“Diharapkan mahasiswa itu bisa melihat-lihat kondisi eksisting, gimana bentuknya landfill dan infrastruktur terkaitnya gimana. Nanti di akhir akan ada tugas besar perancangan persampahan akan membuat MRF (Material Recovery Facility). MRF disebut juga TPST,” kata Koordinator Asisten Mata Kuliah Perencanaan Perancangan Persampahan, Rizal Husni.

Baca Juga: Geomimo BRIN untuk Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penanggulangan Bencana

“Nah, karena Bantar Gebang selain sebagai tempat pemrosesan akhir. Di sana juga ada pengolahan sampah, ada RDF (Refuse Derived Fuel) plan dan PLTSa. Di sisi lain, dari pra rancang landfill pun akan membuat dan merancang landfill. Jadi mahasiswa itu tahu cara membuat landfill-nya dan infarstruktur apa saja,” lanjut dia.

TPST Bantar Gerbang terletak di Kelurahan Ciketing Udik, Kelurahan Cikiwul dan Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi. Lokasi Bantar Gerbang dipilih sebagai tempat kuliah lapangan karena Bantar Gerbang merupakan landfill terbesar se Asia Tenggara dengan luas sekitar 132 hektare.

Selain itu, keunggulan dari Bantar Gerbang tidak hanya menjadi tempat pemrosesan akhir. Namun juga mengolah sampah menjadi energi atau biasa dikenal sebagai WtE (Waste to Energy) dalam bentuk RDF.

Baca Juga: Jokowi Klaim Bendungan Jadi Solusi Krisis Air, Walhi Ingatkan Kasus Wadas

RDF sendiri merupakan hasil pengolahan sampah dengan cara dicacah, lalu dikeringkan hingga kadar air tertentu sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar.

Kegiatan kuliah lapangan ini tidak hanya mengunjungi TPST Bantar Gebang, tetapi juga PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) dan IPAS (Instalasi Pengolahan Air Sampah) 3 yang berada di kawasan TPST Bantar Gebang. Pada ketiga tempat tersebut, mahasiswa RIL ITB dipaparkan mengenai sistem pengelolaan sampah yang ada.

Mahasiswa mendapat penjelasan mengenai timbulan sampah, kelebihan serta kekurangan TPST tersebut saat ini. Sementara di PLTSa, mahasiswa dijelaskan proses dari sampah masuk hingga akhirnya menghasilkan listrik serta komponen yang terdapat di PLTSa tersebut. Sedangkan di IPAS 3, mahasiswa dijelaskan proses pengolahan air lindi dan komponen yang terdapat di dalamnya.

Baca Juga: Dwikorita Karnawati, Sistem Peringatan Dini untuk Semua Masih Timpang

“Sebelumnya udah pernah ke TPA, tapi sebatas yang open dumping. Waktu ke TPST Bantar Gerbang bisa melihat fasilitas lainnya di sana, kayak pengolahan IPAS, PLTSa, dan RDF,” kata Asisten Mata Kuliah Perancangan Persampahan, Rafly Sarully Hidayat.

Selain itu, sistem tata kelola TPST Bantar Gebang, menurut Rafly adalah terbaik di antara TPA lain yang pernah dia kunjungi.

“Banyak hal bisa dipelajari. Untuk menyesuaikan dengan yang kami dapatkan di kelas dengan kondisi lapangan eksistingnya,” kata dia.

Ia berharap, kuliah lapangan ini membuat mahasiswa RIL dapat merancang infrastruktur persampahan dan membuatnya dalam bentuk maket ataupun prototipe. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: air lindiinfrastruktur persampahanITBTPA PiyunganTPST Bantar GebangWalhi YogyakartaWWF ke-10

Editor

Next Post
BNPB terjunkan tim drone untuk memetakan potensi bencana susulan galodo di Tanah Datar, Sumatera Barat. Foto BNPB.

BNPB Petakan Titik Potensi Bencana Susulan Galodo di Tanah Datar

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media