Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Geomimo BRIN untuk Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penanggulangan Bencana

WWF-10 menjadi ajang BRIN mempresentasikan hasil risetnya tentang rancang Geomimo.

Jumat, 24 Mei 2024
A A
Peneliti BRIN presentasi tentang rancangan Geomimo dalamWWF ke-10 di Bali, 23 Mei 2024. Foto BRIN.

Peneliti BRIN presentasi tentang rancangan Geomimo dalamWWF ke-10 di Bali, 23 Mei 2024. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Riset Geoinformatika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenalkan rancangan Geomimo (Geoinformatika Multi Input dan Multi Output) pada ajang World Water Forum ke-10 di Bali International Convention Center di Bali. Geomimo merupakan sebuah platform yang berfungsi untuk mengumpulkan data satelit penginderaan jauh dan geospasial (multi input), kemudian diolah dan dianalisis secara otomatis untuk menghasilkan berbagai informasi (multi output).

“Pusat Riset Geoinformatika BRIN telah menggunakan platform-platform ini untuk membangun sistem pemantauan bencana terkait air,” tutur Plt. Kepala Pusat Riset Geoinformatika, M. Rokhis Khomarudin saat mempresentasikan rancangan Geomimo pada sesi panel “CC09. Towards Better Capacity Development and Collaboration on Data, Information, Knowledge, and Innovation for Promoting Resilience and DRR” WWF ke-10, Kamis, 23 Mei 2024

Dalam paparannya, Rokhis menjelaskan bahwa berbagai platform berbagi data penginderaan jauh telah dimanfaatkan untuk menangani bencana seperti kebakaran lahan/hutan, banjir, dan kekeringan. Ia juga menekankan penting berbagi data dan pengetahuan dalam pemanfaatan penginderaan jauh untuk penanggulangan bencana terkait air.

Baca Juga: Jokowi Klaim Bendungan Jadi Solusi Krisis Air, Walhi Ingatkan Kasus Wadas

Rokhis juga menyoroti mekanisme Sentinel Asia dan International Disaster Charter yang digunakan untuk menganalisis data satelit penginderaan jauh sebelum dan sesudah bencana. Ia menunjukkan contoh gambar banjir di Sumatera Barat sebagai ilustrasi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINrancangan GeomimoWWF ke-10

Editor

Next Post
Ilustrasi hujan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Teknologi Memanen Air Hujan dan Restorasi Sungai UGM Atasi Krisis Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media