Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dwikorita Karnawati, Sistem Peringatan Dini untuk Semua Masih Timpang

Belum semua bisa mendapatkan akses peringatan dini bencana secara adil atas peristiwa bencana yang terjadi.

Kamis, 23 Mei 2024
A A
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam acara WWF 2024 di Bali. Foto BMKG.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam acara WWF 2024 di Bali. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati kembali menyerukan pentingnya “peringatan dini untuk semua” untuk melindungi masyarakat terhadap peningkatan frekuensi kejadian bencana alam. Seruan itu penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengurangi kerentanan bencana alam.

“Harus diakui sistem peringatan dini (early warning system) saat ini masih banyak ketimpangan. Bahkan injustice. Tidak semua mendapatkan akses yang equal terhadap early warning for all tersebut,” ungkap Dwikorita saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi panel tingkat tinggi dalam rangkaian 10th World Water Forum (WWF) di Bali, Rabu, 22 Mei 2024.

Dwikorita mencontohkan ketidakberdayaan Indonesia saat menghadapi gempa dan tsunami yang menyapu Aceh pada 2004 silam. Saat itu, Indonesia tidak memiliki sistem peringatan dini tsunami, sehingga jumlah korban yang berjatuhan sangat banyak. Namun bencana dahsyat tersebut menjadi titik balik bagi Indonesia untuk mengembangkan sistem peringatan dini yang lebih canggih dan efektif. Tidak hanya mengejar kecepatan, namun juga ketepatan dan akurasi.

Baca Juga: Akses Air Bersih Perempuan Pesisir Buruk, Perlu Prioritas Perhatian Pemerintah

“Sejak saat itu, BMKG secara berkelanjutan terus melakukan berbagai langkah mitigasi dan inovasi sistem peringatan dini yang dirancang untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat,” ujar dia.

Dia mengingatkan, sistem peringatan dini dan tindakan dini merupakan alat penting untuk mengurangi risiko bencana dan mendukung adaptasi iklim. Sistem peringatan dini berisi data dan informasi seputar iklim dan kondisi atmosfer serta rencana tanggapan untuk meminimalkan dampak bencana iklim.

Sayangnya, banyak penduduk dunia yang belum memiliki akses ke sistem peringatan dini tersebut sehingga sangat rentan menjadi korban. Sistem peringatan dini lokal ataupun tradisional yang sudah ada dalam komunitas masyarakat harus tetap terus diterapkan.

Baca Juga: Koalisi Sipil Kecam Pembubaran PWF 2024, Bukti Keadilan Air Dibungkam

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gempa dan tsunamiKepala BMKG Dwikorita KarnawatiSistem peringatan diniWWF 2024

Editor

Next Post
Bendungan Ameroro di Wakatobi,Sulawesi Utara yang diresmikan Presiden Jokowi pada 14 Mei 2024. Foto Kementerian PUPR.

Jokowi Klaim Bendungan Jadi Solusi Krisis Air, Walhi Ingatkan Kasus Wadas

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media