Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Akademisi dan Legislator Desak Presiden dan Dirut Pertamina Bongkar Mafia Migas

Jumat, 14 Maret 2025
A A
Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto pertaminaetail.com.

Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto pertaminaetail.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Dukung bersih-bersih mafia migas

Anggota Komisi VI DPR RI, Mulyadi menegaskan pentingnya pemberantasan mafia migas di sektor energi untuk menjaga perekonomian nasional. Ia mengaku pernah meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2009-2014 untuk melakukan reformasi tata kelola energi, namun hal tersebut tidak dilakukan.

Pada periode itu, Mulyadi adalah Anggota DPR di Komisi VII yang bermitra dengan Kementerian ESDM, di mana terdapat Pertamina di dalamnya.

“Saat itu, saya mencurigai ada mafia migas dan mengusulkan agar tata kelola energi Indonesia direformasi. Alhamdulillah, kini indikasi adanya mafia migas terbukti. Bahkan yang lebih mengecewakan, ada kolaborasi antara pihak luar dan dalam negeri,” ungkap Mulyadi.

Ia mengklaim Prabowo telah memulai langkah tegas pemberantasan mafia migas. Ia mendukung penuh Direktur Utama Pertamina yang baru dalam upaya membersihkan sektor energi dari mafia.

“Jika genderang perang terhadap mafia migas dan mafia lainnya telah dipukul oleh Presiden untuk membersihkan negara ini, kami semua harus mendukungnya,” kata dia.

Ia juga mengapresiasi Dirut Pertamina yang memberikan ruang lebar untuk penyelidikan temuan mafia migas.

Legislator Fraksi Gerindra tersebut juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola di Pertamina, terutama terkait defisit konsumsi minyak nasional. Ia berharap Dirut Pertamina segera membentuk tim untuk mengaudit operasi, pengadaan, distribusi, dan aspek lainnya agar semua berjalan sesuai standar terbaik

“Ke depan, tata kelola di Pertamina perlu diperbaiki, khususnya untuk mengatasi kebocoran dan potensi penyelewengan,” ujar Mulyadi.

Selain itu, ia meminta ada jadwal yang jelas terkait rencana pengembangan Pertamina, khususnya dalam meningkatkan ketahanan energi nasional.

“Kami mendukung dual growth strategy yang dijalankan. Namun kami meminta ada jadwal yang jelas agar kami bisa ikut memonitor perkembangannya,” kata dia.

Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan upaya dekarbonisasi yang telah dimulai. Mulyadi menyoroti perlu keterlibatan jajaran komisaris dalam pengawasan tata kelola Pertamina agar tidak terjadi hal serupa dengan mantan komisaris (Ahok) yang baru-baru ini mengritik adanya dugaan korupsi. Padahal kasus tersebut sudah ditangani pihak berwenang.

“Saya justru mempertanyakan, mengapa mereka baru bicara setelah kasus terungkap? Jika mereka memiliki informasi, mengapa tidak diungkapkan sejak dulu?” ujar dia.

Ia juga mengritik sikap mantan komisaris yang menikmati fasilitas dan gaji selama menjabat, namun kini justru mengritik Pertamina.

“Mereka menikmati fasilitas dan gaji sebagai komisaris, tetapi kenapa baru sekarang bersuara? Padahal dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas, tugas komisaris adalah menjaga kepentingan pemegang saham agar tetap sesuai dengan aturan,” kata dia.

Mulyadi mengingatkan Pertamina untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Sebab gangguan pengadaan dan distribusi energi di Pertamina berdampak dalam perekonomian nasional. [WLC02]

Sumber: UGM, DPR

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fahmy RadhiKomisi VI DPRmafia migasPT Pertamina (Persero)Tim Anti Mafia Migas

Editor

Next Post
(Dari kiri) Asisten I Sekda Papua Selatan, Agustinus Guritno; Wamen HAM, Mugiyanto Sipin; Ketua Komnas HAM, Atnike Sigiro; Ketua LBH Papua Merauke, Teddy Wakum; perwakilan komunitas masyarakat adat Malind, Simon Balagaize hadir mendampingi pembacaan Deklarasi Konsolidasi Solidaritas Merauke di Merauke, 14 Maret 2025. Foto Dok. Walhi.

Deklarasi Merauke, Masyarakat Terdampak Serukan Penolakan dan Perlawanan PSN

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media