Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Alat Pengukur Warna Roasting Kopi Permudah Menikmati Kopi Sesuai Selera

Warna kopi hasil roasting berupa medium roast, medium to dark roast, dan dark roast acapkali meleset dari harapan. Rasa kopi pun sesuai selera.

Senin, 2 Oktober 2023
A A
Alat pengukur warna roasting bubuk kopi ciptaan peneliti Unair. Foto unair.ac.id.

Alat pengukur warna roasting bubuk kopi ciptaan peneliti Unair. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya, produk tersebut merupakan sebuah prototipe pada tahun 2019. Dari prototipe itu, ia mengembangkannya, kemudian mendaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) pada 2022 untuk kepemilikan paten. Kini alat tersebut telah memperoleh Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI).

Begini Cara Kerja Alat
Alat yang dibuat Aji tersebut dapat memaparkan hasil karakterisasi tingkat warna roasting pada bubuk kopi arabika dengan menggukanan mikrokontroller arduino nano dan sensor photodioda jenis MAX30102. Tujuan alat tersebut ialah untuk menentukan fitur warna yang mewakili tingkat kehitaman hasil dari roasting biji kopi.

Aji menjelaskan, cara kerja alat tersebut adalah dengan memanfaatkan LED built-in pada sensor MAX30102. Cahaya yang dipantulkan dari bubuk kopi akan diterima photodioda dan diolah menjadi nilai ADC 18 bit. Aji menggunakan tiga sampel bubuk kopi yang berbeda level warnanya, kemudian membaca nilai ADC dari keluaran masing-masing sampel sehingga dapat mengelompokkan bubuk kopi.

Baca Juga: Kabar Bahagia Kelahiran yang Ketiga

“Produk ini bermanfaat bagi pecinta kopi agar dapat memilih atau mengetahui tingkat roasting kopi agar sesuai selera atau rasa yang diinginkan pecinta kopi,” kata Aji.

Ia berharap produk yang dibuat dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Utamanya pecinta kopi atau barista kopi. Inovasi tersebut akan terus dikembangkan untuk penambahan beberapa fitur dan sensor agar lebih baik menyajikan rasa kopi yang diinginkan pecinta kopi. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Aji Akbar FirdausFakultas Vokasi Unairgreen bean coffeePengukur Warna Roasting Bubuk Kopipetani kopiroasting coffeespeciality coffee

Editor

Next Post
KOnferensi pers Nasional Corruption Watch (NCW) soal Rempang.Foto Istimewa.

NCW: Sebelum Rempang, Xinyi Glass Tak Komitmen Investasi di Gresik dan Babel

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media