Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Analisis DNA Bisa Mengidentifikasi Spesies Baru Rafflesia di Indonesia

Adanya perbedaan signifikan pada data WGS spesies Rafflesia tertentu di Nusantara dapat menjadi indikasi adanya spesies baru.

Minggu, 23 November 2025
A A
Bunga Rafflesia hasseltii yang ditemukan di Sijunjung, Sumatra Barat. Foto Dok. BRIN.

Bunga Rafflesia hasseltii yang ditemukan di Sijunjung, Sumatra Barat. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Temuan keberadaan Rafflesia hasseltii, salah satu spesies bunga langka yang menjadi kekayaan hayati Indonesia melengkapi 16 jenis Rafflesia di Indonesia yang berhasil ditemukan tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebanyak 13 sampel dikumpulkan untuk dianalisis DNA-nya.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami memahami hubungan kekerabatan genetik antarjenis Rafflesia dan memastikan konservasinya di habitat asli,” ujar Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Joko Ridho Witono saat diwawancara tim Komunikasi Publik BRIN, Minggu, 23 November 2025.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan keseluruhan gen Rafflesia. Mengingat selama ini, penelitian DNA Rafflesia hanya meneliti potongan gen kecil sepanjang 500–1500 base pair.

Baca juga: Rekahan dan Sumber Air Baru Picu Longsor Susulan dan Banjir Bandang di Banjarnegara

“Dalam penelitian ini, kami memetakan jutaan pasangan basa untuk mendapatkan gambaran utuh genom Rafflesia,” papar dia.

Metode tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi kemungkinan adanya spesies baru di Indonesia. Adanya perbedaan signifikan pada data WGS spesies Rafflesia tertentu di Nusantara dapat menjadi indikasi adanya spesies baru.

“Dan ini akan menjadi fokus penelitian kami berikutnya,” imbuh Joko.

Banyak populasi Rafflesia ditemukan tumbuh di luar kawasan konservasi. Bahkan di lahan masyarakat, seperti kawasan yang berdekatan atau berada dalam kebun kopi dan sawit. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendekatan konservasi berbasis masyarakat.

Baca juga: Warga Desak PT GKP Angkat Kaki dari Pulau Wawonii Berdasar Putusan MA

“Jika tidak disertai edukasi yang baik, keberadaan Rafflesia bisa terancam hilang akibat aktivitas manusia,” ujar dia.

Salah satu momen penting penelitian ini terjadi ketika tim BRIN bersama mitra internasional melakukan survei di Bengkulu dan Sumatera Barat. Di daerah Sijunjung, Sumatera Barat, tim berhasil mendokumentasikan bunga Rafflesia hasseltii yang tengah mekar di kawasan hutan yang dikelola masyarakat melalui Lembaga Pengelola Hutan Nagari.

“Habitat bunga ini bukan di kawasan konservasi, melainkan di hutan yang dikelola oleh Nagari (desa). Ini menjadi catatan penting bagi upaya konservasi ke depan,” ungkap Joko.

Dalam mendokumentasian lapangan yang dilakukan, kamera menangkap salah satu anggota komunitas lokal, Septian Riki, dari Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu, tak kuasa menahan haru saat pertama kali menyaksikan bunga Rafflesia hasseltii mekar di habitat aslinya. Video ekspresi emosional tersebut viral di media sosial dan menarik perhatian publik terhadap pentingnya pelestarian flora langka ini.

Baca juga: Longsor Banjarnegara, Operasi SAR Diperpanjang Tiga Hari

Namun, Joko menekankan, bahwa riset terhadap Rafflesia menghadapi tantangan berat di lapangan. Rafflesia merupakan tumbuhan holoparasit dan bunganya ini hanya mekar beberapa hari, dan beberapa jenis berada di area terpencil yang sulit dijangkau.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINidentitas DNAkonservasi Rafflesia nasionalRafflesia hasseltiiWhole Genome Sequencing

Editor

Next Post
Penampakan awan panas guguran Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, Minggu, 23 November 2025. Foto Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi BNPB.

Musim Hujan Memicu Peningkatan Potensi Erupsi Gunung Semeru

Discussion about this post

TERKINI

  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.comPrevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru
    In Rehat
    Rabu, 14 Januari 2026
  • KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi
    In News
    Rabu, 14 Januari 2026
  • Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat
    In IPTEK
    Selasa, 13 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media