Selasa, 6 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rekahan dan Sumber Air Baru Picu Longsor Susulan dan Banjir Bandang di Banjarnegara

Kedua temuan ini menandakan tubuh lereng tengah mengalami kejenuhan air ekstrem yang dapat memicu pergerakan  massa tanah secara tiba-tiba.

Minggu, 23 November 2025
A A
Kawasan terdampak longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, 18 November 2025. Foto drone Pusdatinkom BNPB.

Kawasan terdampak longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, 18 November 2025. Foto drone Pusdatinkom BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim Kodim dan BPBD Banjarnegara menemukan beberapa rekahan baru yang terus bergerak dan sumber mata air berdebit besar (0.2 m /detik) di puncak bukit lokasi longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, JawaTengah. Kedua temuan ini menandakan tubuh lereng tengah mengalami kejenuhan air ekstrem yang dapat memicu pergerakan  massa tanah secara tiba-tiba.

Pakar Geologi UGM, Prof. Dwikorita Karnawati menegaskan aliran air dari sumber mata air baru tersebut berpotensi terakumulasi di balik material longsor lama, membentuk kolam alami yang sewaktu-waktu bisa jebol.

“Ancaman longsor susulan masih mengintai warga Desa Pandanarum, dan risiko banjir bandang kini meningkat secara signifikan,” ujar Dwikorita, Minggu, 23 November 2025.

Rekahan baru yang muncul akan mempercepat infiltrasi air hujan ke dalam massa tanah pada  lereng. Ketika tekanan air pori meningkat, material yang sebelumnya stabil dapat terdorong turun dan menutup alur sungai kecil di bawahnya.

Baca juga: Warga Desak PT GKP Angkat Kaki dari Pulau Wawonii Berdasar Putusan MA

Kondisi ini merupakan skenario klasik terbentuknya bendung tanah yang rawan jebol. Jika dinding bendung tersebut tidak mampu menahan volume air yang terus bertambah, maka pelepasan tiba-tiba bisa mengakibatkan arus bandang berkecepatan tinggi menuju permukiman di zona bawahnya.

“Jika bendungan tanah itu jebol, alirannya tidak hanya membawa lumpur. Tetapi seluruh material  longsoran yang sebelumnya,” terang dia.

Apabila ini terjadi, Dwikorita memperkirakan dampaknya bisa jauh lebih luas dan kuat dibanding longsor awal, karena dipicu oleh desakan air kolam seluas lapangan sepakbola dg kedalaman sekitar 1.5 m jelasnya. Bahaya ini semakin diperparah keberadaan lapisan lempung biru (blue clay) yang miring ke arah luar lereng yang ditemukan di bawah zona rekahan.

Lapisan ini mengandung mineral lempung, seperti montmorillonite, smectite, dan illite yang sangat sensitif untuk mengembang bila terkena air. Saat kering, lapisan ini sekeras batu, namun ketika jenuh air berubah menjadi material mirip pasta gigi yang sangat licin.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Banjir BandangDwikorita Karnawatilongsor BanjarnegaraTim Geologi – Disaster Emergency Response Unit UGM

Editor

Next Post
Bunga Rafflesia hasseltii yang ditemukan di Sijunjung, Sumatra Barat. Foto Dok. BRIN.

Analisis DNA Bisa Mengidentifikasi Spesies Baru Rafflesia di Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media