Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Analisis DNA Bisa Mengidentifikasi Spesies Baru Rafflesia di Indonesia

Adanya perbedaan signifikan pada data WGS spesies Rafflesia tertentu di Nusantara dapat menjadi indikasi adanya spesies baru.

Minggu, 23 November 2025
A A
Bunga Rafflesia hasseltii yang ditemukan di Sijunjung, Sumatra Barat. Foto Dok. BRIN.

Bunga Rafflesia hasseltii yang ditemukan di Sijunjung, Sumatra Barat. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Temuan keberadaan Rafflesia hasseltii, salah satu spesies bunga langka yang menjadi kekayaan hayati Indonesia melengkapi 16 jenis Rafflesia di Indonesia yang berhasil ditemukan tim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebanyak 13 sampel dikumpulkan untuk dianalisis DNA-nya.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami memahami hubungan kekerabatan genetik antarjenis Rafflesia dan memastikan konservasinya di habitat asli,” ujar Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Joko Ridho Witono saat diwawancara tim Komunikasi Publik BRIN, Minggu, 23 November 2025.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk memetakan keseluruhan gen Rafflesia. Mengingat selama ini, penelitian DNA Rafflesia hanya meneliti potongan gen kecil sepanjang 500–1500 base pair.

Baca juga: Rekahan dan Sumber Air Baru Picu Longsor Susulan dan Banjir Bandang di Banjarnegara

“Dalam penelitian ini, kami memetakan jutaan pasangan basa untuk mendapatkan gambaran utuh genom Rafflesia,” papar dia.

Metode tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi kemungkinan adanya spesies baru di Indonesia. Adanya perbedaan signifikan pada data WGS spesies Rafflesia tertentu di Nusantara dapat menjadi indikasi adanya spesies baru.

“Dan ini akan menjadi fokus penelitian kami berikutnya,” imbuh Joko.

Banyak populasi Rafflesia ditemukan tumbuh di luar kawasan konservasi. Bahkan di lahan masyarakat, seperti kawasan yang berdekatan atau berada dalam kebun kopi dan sawit. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendekatan konservasi berbasis masyarakat.

Baca juga: Warga Desak PT GKP Angkat Kaki dari Pulau Wawonii Berdasar Putusan MA

“Jika tidak disertai edukasi yang baik, keberadaan Rafflesia bisa terancam hilang akibat aktivitas manusia,” ujar dia.

Salah satu momen penting penelitian ini terjadi ketika tim BRIN bersama mitra internasional melakukan survei di Bengkulu dan Sumatera Barat. Di daerah Sijunjung, Sumatera Barat, tim berhasil mendokumentasikan bunga Rafflesia hasseltii yang tengah mekar di kawasan hutan yang dikelola masyarakat melalui Lembaga Pengelola Hutan Nagari.

“Habitat bunga ini bukan di kawasan konservasi, melainkan di hutan yang dikelola oleh Nagari (desa). Ini menjadi catatan penting bagi upaya konservasi ke depan,” ungkap Joko.

Dalam mendokumentasian lapangan yang dilakukan, kamera menangkap salah satu anggota komunitas lokal, Septian Riki, dari Komunitas Peduli Puspa Langka Bengkulu, tak kuasa menahan haru saat pertama kali menyaksikan bunga Rafflesia hasseltii mekar di habitat aslinya. Video ekspresi emosional tersebut viral di media sosial dan menarik perhatian publik terhadap pentingnya pelestarian flora langka ini.

Baca juga: Longsor Banjarnegara, Operasi SAR Diperpanjang Tiga Hari

Namun, Joko menekankan, bahwa riset terhadap Rafflesia menghadapi tantangan berat di lapangan. Rafflesia merupakan tumbuhan holoparasit dan bunganya ini hanya mekar beberapa hari, dan beberapa jenis berada di area terpencil yang sulit dijangkau.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINidentitas DNAkonservasi Rafflesia nasionalRafflesia hasseltiiWhole Genome Sequencing

Editor

Next Post
Penampakan awan panas guguran Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, Minggu, 23 November 2025. Foto Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi BNPB.

Musim Hujan Memicu Peningkatan Potensi Erupsi Gunung Semeru

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media