Wanaloka.com – Indonesia termasuk negara rawan bencana alam seperti banjir, gempa, dan longsor. Dalam kondisi darurat, TNI adalah institusi yang paling cepat merespons. Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama TNI telah membentuk Emergency Medical Team (EMT) untuk menghadapi bencana maupun ancaman non-militer seperti pandemi.
Alasannya, ancaman biosecurity dari pandemi, penyakit tidak menular, hingga bencana alam dinilai lebih berbahaya dibandingkan perang bersenjata. Selain EMT, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin juga menilai perlunya pasukan cadangan kesehatan yang siap diterjunkan menghadapi situasi darurat kesehatan, sebagaimana saat pandemi Covid-19.
“Isu kesehatan kini harus dipandang sebagai bagian dari sistem pertahanan nasional karena merupakan ancaman yang sangat besar bagi keamanan bangsa,” kata Budi saat mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan ke Marshall Area Yonif TP 843 Patriot Yudha Vikasa, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Rabu, 20 Agustus 2025.
Baca juga: Sesar Citarum yang Memicu Gempa Bumi Tektonik Karawang-Bekasi
Ia mengingatkan, pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting bahwa kesehatan tidak bisa ditangani hanya oleh Kementerian Kesehatan. Dalam kurun waktu 18 bulan, vaksinasi nasional untuk 270 juta rakyat hanya dapat berhasil karena dukungan lintas sektor, termasuk TNI.
“Januari (2021) mulai vaksinasi Covid-19, tiga bulan tidak naik-naik angkanya (cakupan vaksinasi). Akhirnya saya minta ke Presiden bahwa sosialisasi tidak bisa dilakukan sendiri, tapi butuh lintas sektor,” ujar dia.
Ia menyinggung sejarah untuk menggambarkan skala ancaman kesehatan. Jumlah tentara yang gugur karena peluru lebih sedikit dibandingkan yang meninggal akibat penyakit.
Baca juga: Teknologi Zat Antikarat Dikembangkan dari Ubi Ungu hingga Tembakau
Discussion about this post