Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknologi Zat Antikarat Dikembangkan dari Ubi Ungu hingga Tembakau

Teknologi ini mendorong praktik teknologi hijau, mengurangi jejak karbon, serta mempromosikan penggunaan sumber daya berkelanjutan.

Rabu, 20 Agustus 2025
A A
Mobil berkarat. Foto danielsfotowelt/pixabay.com.

Mobil berkarat. Foto danielsfotowelt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Profesor Riset Ilmu Teknik Bidang Teknik Pencegahan Korosi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gadang Priyotomo menekankan potensi besar sumber daya hayati Indonesia sebagai bahan dasar inovasi teknologi mitigasi korosi atau karat ramah lingkungan. Dengan demikian perlu pengembangan variasi zat aktif antikorosi berbahan alami dari sumber wilayah darat dan laut Indonesia. Pendekatan ini menjadi alternatif strategis menggantikan bahan kimia impor yang mahal dan tidak ramah lingkungan.

“Pada orasi ini, saya menyampaikan state of the art tentang perkembangan, peluang, dan tantangan riset korosi melalui pendekatan mitigasi ramah lingkungan dengan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia,” ujar Gadang mengawali orasi ilmiahnya bertajuk “Teknologi Mitigasi Korosi Ramah Lingkungan untuk Konservasi Struktur Rawan Korosi” dalam sidang terbuka pengukuhannya, di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu, 20 Agustus 2025.

Menurut dia, penemuan-penemuan kunci tersebut memberikan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme perlindungan korosi berbahan alami melalui metode inhibitor dan coating di lingkungan industri maupun maritim. Kondisi ini menjadi nilai tambah alternatif berbasis kearifan lokal.

Baca juga: Kematian Banyak Lebah Madu Penanda Ada Pencemaran Lingkungan

“Selama dua dekade berkarier di BRIN, kami bersama mitra universitas telah mengeksplorasi potensi hayati khas Indonesia, mulai dari ubi ungu, kulit buah, daun talas, hingga teh putih, sebagai bahan alami inhibitor korosi yang mampu menyaingi bahkan melampaui efektivitas bahan sintetik,” ungkap peneliti ahli utama yang juga menjadi Ketua kelompok Riset Korosi dan Teknologi Mitigasi di Pusat Riset Metalurgi BRIN ini.

Salah satu sumber hayati khas Indonesia adalah tanaman ubi ungu. Bahan nabati ini mempunyai nilai fungsi fisiologis positif sebagai zat antioksidan, anti kanker dan anti bakteri. Melalui riset, potensi ubi ungu dapat diaplikasikan sebagai zat aktif antikorosi di bidang industri melalui adaptasi fungsi mekanisme zat antiradikal bebas.

Riset juga menemukan bahwa limbah kulit buah kelengkeng dapat berfungsi sebagai zat antikorosi dengan efisiensi hingga 93 persen pada konsentrasi 500 ppm. Kulit buah ini menjadi solusi tambahan dalam pembersihan pipa migas.

Baca juga: TPPAS Lulut-Nambo untuk Olah Sampah Empat Daerah Mangkrak 10 Tahun

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINsumber daya hayatiteknologi mitigasi korosizat antikarat

Editor

Next Post
Sesar Citarum yang memicu gempa bumi Karawang-Bekasi, 20 Agustus 2025. Foto Pepen S/@DaryonoBMKF/X.

Sesar Citarum yang Memicu Gempa Bumi Tektonik Karawang-Bekasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media