Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

ART, Teknologi Bayi Tabung untuk Penyelamatan Satwa Langka dan Dilindungi

Teknologi ART ini merupakan cikal bakal teknologi program bayi tabung pada manusia.

Selasa, 17 Desember 2024
A A
Peluncuran teknologi ART di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024. Foto Dok. IPB University.

Peluncuran teknologi ART di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024. Foto Dok. IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peneliti IPB University dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) berhasil menerapkan teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology/ART) dan BioBank. Ini ada teknologi bayi tabung untuk penyelamatan hewan, khususnya satwa langka dan dilindungi.

Bersama peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), SKHB diminta Kementerian Kehutanan untuk menyelamatkan badak Sumatera.

“Upaya produksi embrio secara in vitro (di luar tubuh) badak Sumatera dilakukan dengan cara koleksi sel telur dan sperma di lapangan, dilanjutkan dengan fertilisasi menggunakan metode penyuntikan sperma tunggal (intracytoplasmic sperm injection/ICSI),” terang Prof. Arief Boediono selaku peneliti dalam peluncuran teknologi ini melalui Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024.

Baca juga: Sapto Andriyono, Pemecah Gelombang Armor Jadi Solusi Ketimbang Tanggul Laut

Bahkan teknologi tersebut dapat diterapkan pada individu hewan yang secara anatomi telah mati. Arief mencontohkan sapi yang telah disembelih. Namun ovarium (dari sapi betina) dan testis (dari sapi jantan) masih mempunyai potensi sebagai sumber sel gamet (sel telur, sperma).

Sel telur dapat dikoleksi dari ovarium sapi yang baru mati, selanjutnya dilakukan produksi embrio secara in vitro. Embrio yang dihasilkan bisa dilakukan transfer embrio sehingga dihasilkan anak sapi berasal dari induk yang sudah mati.

“Kematian bukanlah akhir dari kehidupan reproduksi,” imbuh Arief.

Baca juga: Hari Ini Perairan Laut Indonesia Diguncang Tiga Gempa Tektonik Dangkal

Lebih lanjut ia menjelaskan, sel telur bisa dikoleksi dari hewan yang masih hidup sehingga dapat dilakukan secara berulang tanpa harus menunggu hewan mati. Teknologi ini dikenal dengan petik telur (ovum pick up/OPU).

Sel telur yang dihasilkan, kemudian dilakukan fertilisasi dan kultur embrio secara in vitro sampai didapatkan embrio yang berpotensi menjadi pedet (anak sapi).

Upaya penyelamatan satwa langka dan dilindungi, seperti badak Sumatera, harimau, anoa, dan lain-lain dapat dilakukan dengan penerapan teknologi tersebut. Embrio yang dihasilkan bisa langsung ditransfer apabila terdapat resipien. Bisa juga dilakukan pembekuan embrio dan disimpan dalam nitrogen cair (-196 oC), sehingga dapat digunakan setiap saat apabila ada resipien yang siap.

Baca juga: Dampak Bencana Sukabumi Rumah Hancur 129 Keluarga Direlokasi Sementara

Pada dasarnya, proses pembuahan pada mamalia hanya memerlukan satu sperma untuk membuahi satu sel telur. Dengan menggunakan alat micromanipulator, sperma yang terpilih disuntikkan secara langsung ke dalam sitoplasma sel telur, meniru proses pembuahan secara alami.

“Selanjutnya, embrio yang dihasilkan akan dibekukan sampai suatu waktu bisa didapatkan resipien,” tutur dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: badak sumateraIPB Universitysatwa langka dan dilindungiteknologi ARTteknologi bayi tabung

Editor

Next Post
Warga Pulau Rempang kembali mengalami penyerangan, 18 Desember 2024 dinihari. Foto Istimewa.

Darurat! Warga Kampung Tua di Pulau Rempang Diserang Lagi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media