Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

ART, Teknologi Bayi Tabung untuk Penyelamatan Satwa Langka dan Dilindungi

Teknologi ART ini merupakan cikal bakal teknologi program bayi tabung pada manusia.

Selasa, 17 Desember 2024
A A
Peluncuran teknologi ART di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024. Foto Dok. IPB University.

Peluncuran teknologi ART di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024. Foto Dok. IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peneliti IPB University dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) berhasil menerapkan teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology/ART) dan BioBank. Ini ada teknologi bayi tabung untuk penyelamatan hewan, khususnya satwa langka dan dilindungi.

Bersama peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), SKHB diminta Kementerian Kehutanan untuk menyelamatkan badak Sumatera.

“Upaya produksi embrio secara in vitro (di luar tubuh) badak Sumatera dilakukan dengan cara koleksi sel telur dan sperma di lapangan, dilanjutkan dengan fertilisasi menggunakan metode penyuntikan sperma tunggal (intracytoplasmic sperm injection/ICSI),” terang Prof. Arief Boediono selaku peneliti dalam peluncuran teknologi ini melalui Direktorat Riset dan Inovasi (DRI) di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, Senin, 16 Desember 2024.

Baca juga: Sapto Andriyono, Pemecah Gelombang Armor Jadi Solusi Ketimbang Tanggul Laut

Bahkan teknologi tersebut dapat diterapkan pada individu hewan yang secara anatomi telah mati. Arief mencontohkan sapi yang telah disembelih. Namun ovarium (dari sapi betina) dan testis (dari sapi jantan) masih mempunyai potensi sebagai sumber sel gamet (sel telur, sperma).

Sel telur dapat dikoleksi dari ovarium sapi yang baru mati, selanjutnya dilakukan produksi embrio secara in vitro. Embrio yang dihasilkan bisa dilakukan transfer embrio sehingga dihasilkan anak sapi berasal dari induk yang sudah mati.

“Kematian bukanlah akhir dari kehidupan reproduksi,” imbuh Arief.

Baca juga: Hari Ini Perairan Laut Indonesia Diguncang Tiga Gempa Tektonik Dangkal

Lebih lanjut ia menjelaskan, sel telur bisa dikoleksi dari hewan yang masih hidup sehingga dapat dilakukan secara berulang tanpa harus menunggu hewan mati. Teknologi ini dikenal dengan petik telur (ovum pick up/OPU).

Sel telur yang dihasilkan, kemudian dilakukan fertilisasi dan kultur embrio secara in vitro sampai didapatkan embrio yang berpotensi menjadi pedet (anak sapi).

Upaya penyelamatan satwa langka dan dilindungi, seperti badak Sumatera, harimau, anoa, dan lain-lain dapat dilakukan dengan penerapan teknologi tersebut. Embrio yang dihasilkan bisa langsung ditransfer apabila terdapat resipien. Bisa juga dilakukan pembekuan embrio dan disimpan dalam nitrogen cair (-196 oC), sehingga dapat digunakan setiap saat apabila ada resipien yang siap.

Baca juga: Dampak Bencana Sukabumi Rumah Hancur 129 Keluarga Direlokasi Sementara

Pada dasarnya, proses pembuahan pada mamalia hanya memerlukan satu sperma untuk membuahi satu sel telur. Dengan menggunakan alat micromanipulator, sperma yang terpilih disuntikkan secara langsung ke dalam sitoplasma sel telur, meniru proses pembuahan secara alami.

“Selanjutnya, embrio yang dihasilkan akan dibekukan sampai suatu waktu bisa didapatkan resipien,” tutur dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: badak sumateraIPB Universitysatwa langka dan dilindungiteknologi ARTteknologi bayi tabung

Editor

Next Post
Warga Pulau Rempang kembali mengalami penyerangan, 18 Desember 2024 dinihari. Foto Istimewa.

Darurat! Warga Kampung Tua di Pulau Rempang Diserang Lagi

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media