Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Banjir dan Longsor di Sukabumi, Lima Tewas dan 10 Jembatan Rusak

Jumat, 6 Desember 2024
A A
Salah satu jembatan putus di Sukabumi akibat banjir dan longsor, 5 Desember 2024. Foto Dok. BNPB.

Salah satu jembatan putus di Sukabumi akibat banjir dan longsor, 5 Desember 2024. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

“Dalam kondisi tanggap darurat, apabila akses jalan tidak bisa dilalui roda empat, gunakan roda dua. Apabila roda dua tidak bisa, ditempuh jalan kaki. Sebab warga terdampak memerlukan bantuan logistik di sana,” tegas Suharyanto.

Lukmansyah juga meninau kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Pelabuhan Ratu yang mengalami banjir dari luapan Sungai Cipabuluhan yang terjadi pada 4 Desember 2024. Para pemilik kapal berusaha menyelamatkan perahu yang tenggelam usai limpasan banjir yang deras hingga membalikan perahu mereka yang sedang terparkir di pelabuhan.

Lebak tanggap darurat bencana hingga 15 Desember 2024

Banjir dan longsor juga melanda Kabupaten Lebak, Banten pada Senin, 2 Desember 2024. Bencana alam yang terjadi jelang dini hari tersebut memaksa 180 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Pelepasliaran Kasuari Selatan di Hutan Keramat Masyarakat Adat Papua

Laporan termutakhir yang diterima BNPB pada 6 Desember 2024 siang, dalam pekan ini cuaca ekstrem di wilayah Lebak mengakibatkan beberapa bencana hidrometeorologi basah. Seperti banjir di 16 kecamatan, pohon tumbang di 7 kecamatan, tanah longsor di 14 kecamatan, pergerakan tanah di 6 kecamatan, dan angin kencang melanda 2 kecamatan.

Siang ini, banjir yang sempat menggenangi 1.949 rumah dilaporkan berangsur surut. Namun masih ada wilayah yang tergenang banjir. Salah satunya di Kecamatan Banjarsari dengan ketinggian air antara 30-50 sentimeter.

Sementara itu, dampak dari tanah longsor berdasarkan hasil asesmen sementara yang dicatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak antara lain 161 unit rumah rusak ringan, 7 rumah rusak sedang dan 27 rumah rusak berat.

Baca Juga: Ketebalan ‘Salju Abadi’ Jayawijaya 32 Meter Tahun 2010, Kini Tinggal 4 Meter

Lokasi terdampak longsor yang cukup parah terletak di Kampung Lebak Mangga dan Kampung Cimentong, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah.

Longsor mengakibatkan kerusakan di sejumlah infrastruktur desa seperti jembatan gantung roda dua penghubung Kampung Bunter dengan Kampung Leuwipesing di Desa Sangkanwangi, jembatan roda empat (Jembatan Ciboleger) penghubung utama kampung Kaung Kemnag ke Kampung Babakan Girang di Desa Nayagati, dan jembatan penghubung antar Kampung Cimeunteung dengan Kampung Hagarmanah, Kecamatan Bayah.

Total kerugian materil terdampak kejadian banjir dan tanah longsor berdasar hasil kaji cepat sementara 12 titik fasilitas sosial, satu titik fasillitas umum, dan 16 titik infrastruktur.

Baca Juga: Ada Terowongan untuk Lintasan Satwa Liar di Tol Akses IKN

Bupati Kabupaten Lebak menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor NOMOR: 360/KEP.411-BPBD/2024 berlaku selama 14 hari, terhitung sejak tanggal 2 Desember 2024 hingga 15 Desember 2024.

Bentuk respon darurat, BPBD Lebak telah mendistribusikan bantuan permakanan berupa beras dan makanan instan ke,  beberapa kecamatan terdampak. Sedangkan dukungan penanganan darurat, BNPB mengirim bantuan dukungan operasional berupa Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp200 juta kepada Pemerintah Lebak.

Selain itu juga dukungan sejumlah logistik peralatan dan permakanan dengan rincian paket sembako 300 pcs, makanan siap saji 200 pouch, terpal 300 lembar, hygiene kit 300 paket, matras 200 pcs, selimut 300 pcs, kasur lipat 100 lembar, velbed 50 unit, tenda pengungsi 2 set, perahu karet plus mesin 1 unit, pompa alkon 5 unit, dan karung geotec/geobag 200 lembar. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir dan Longsorjembatan putusKabupaten LebakKabupaten Sukabumi

Editor

Next Post
Huder terpantau meluas di Jateng dan Jatim, 6 Desember 2024 sore . Foto @Eyulihastin/X.

Awas! Bibit Siklon Tropis 6-8 Desember 2024, Nelayan Diminta Tak Melaut

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media