Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ketebalan ‘Salju Abadi’ Jayawijaya 32 Meter Tahun 2010, Kini Tinggal 4 Meter

Monitoring gletser yang dilakukan BMKG ini menunjukan bukti nyata, bahwa pemanasan global telah terjadi.

Selasa, 3 Desember 2024
A A
Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.
Penyusutan luasan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua pada 2024. Foto Dok. BMKG.
Kondisi 'salju abadi' di Pegunungan Jayawijaya, Papua yang menyusut dalam monitring 2024. Foto Dok. BMKG.
Penyusutan luasan dan ketebalan 'salju abadi' di Pegunungan Jayawijaya, Papua dari 2010-2022. Foto Dok. BMKG.
Tim monitoring gletser Pegunungan Jayawijaya 2024 dari BMKG bekerja sama dengan PT Freeport. Foto Dok. BMKG.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan monitoring gletser di Puncak Sudirman, Pengunungan Jayawijaya, Papua pada 11-15 November 2024. Hasilnya, terjadi penurunan signifikan baik luasan maupun ketebalan es ‘salju abadi’ yang ada di Puncak Sudirman.

“Tahun ini kami lakukan survei lagi. Melihat penurunan tebal es dari tahun ke tahun kian menipis. Hasilnya, terjadi penurunan luas permukaan es yang sangat signifikan. Kami berusaha mendokumentasikan kepunahan es di Papua karena kami sudah dalam tahap sulit mempertahankannya lagi,” kata Koordinator Bidang Standardisasi Instrumen Klimatologi BMKG Donaldi Sukma Permana dalam tayangan video singkat 8:58 menit berjudul “Salju yang Tak Lagi Abadi : Menyaksikan Hilangnya Keajaiban Indonesia”.

Ia menjelaskan luasan tutupan es pada tahun 2024 menyusut 0,11-0,16 kilometer persegi dari 0,23 kilometer persegi pada 2022. Kondisi ini menjadi sinyal buruk bagi Indonesia karena tidak lama lagi salju abadi di Pegunungan Jayawijaya akan punah dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: Ada Terowongan untuk Lintasan Satwa Liar di Tol Akses IKN

Adapun penyebab utama pencairan es di Pegunungan Jayawijaya adalah laju perubahan iklim yang kian tidak terkendali. Fenomena El Nino juga turut mempercepat kepunahan tutupan es.

Indonesia sendiri menjadi salah satu lokasi unik di wilayah tropis karena memiliki salju abadi. Salju abadi di Pegunungan Jayawijaya adalah sebuah keajaiban alam yang menarik banyak perhatian dari kalangan ilmuwan, peneliti, serta pecinta alam. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, dilaporkan terjadi penurunan drastis luas area salju abadi tersebut.

Sementara Staf Bidang Standardisasi Instrumen Meteorologi BMKG Najib Habibie menjelaskan hasil monitoring tahun ini menunjukan ketebalan es di Puncak Sudirman hanya tinggal empat meter saja. Data ini didapatkan setelah pada tahun 2023 sebanyak 14 stake (alat pengukur ketebalan es) sudah tersingkap.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: monitoring gletserPapuaPegunungan Jayawijayapemanasan globalPuncak Sudirman Pegunungan Jayawijayasalju abadi

Editor

Next Post
Kasuari selatan remaja yang dilepasliarkan di Hutan Tinaruma, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, 30 November 2024. Foto Dok. BBKSDA Papua/DDCJ.

Pelepasliaran Kasuari Selatan di Hutan Keramat Masyarakat Adat Papua

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media