Minggu, 31 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bencana Makin Kompleks, BMKG Gagas Pusat Koordinasi Multi Bahaya ASEAN

Jumat, 12 Mei 2023
A A
Ilustrasi gempa bumi. Foto Angelo_Giordano/pixabay.com.

Ilustrasi gempa bumi. Foto Angelo_Giordano/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Gempa yang terjadi di Turki beberapa waktu lalu menjadi peringatan buat semua negara, bahwa bencana seperti itu bisa terjadi kapan saja dengan dampak lebih buruk jika tidak segera dilakukan upaya mitigasi secara komprehensif,” ujar Dwikorita.

Pakar ITB sekaligus juga Ketua Ikatan Ahli Bencana Indonesia, Harkunti menambahkan, negara-negara ASEAN melalui AEIC diharapkan dapat mengimplementasikan dua tujuan dari UN DECADE OCEAN SCIENCE. Yakni dimana tahun 2030, 100 persen komunitas di wilayah berisiko tsunami harus memiliki kapasitas kesiapsiagaan dan resiliensi terhadap tsunami atau 100 Percent Tsunami Ready Community. Sekaligus memastikan peringatan dini yang “actionable” sehingga respon dini juga dapat segera dilakukan.

Baca Juga: Djumanto: Ikan Wader Rentan Punah, Bahkan Bisa Kritis

“Baik Early Warning dan Early Action dapat diimplentasikan dengan baik ” kata Harkunti.

Sementara perwakilan Filipina Ishmael Narag mengatakan, seluruh anggota AEIC harus bekerja sama dan berkolaborasi untuk menghadapi tantangan bumi kekinian. Tidak hanya terkait pada penguatan sistem pendukung monitoring AEIC, tetapi juga kerjasama saintifik. Seperti melakukan riset bersama agar penguatan kapasitas keilmuan dari negara-negara anggota AEIC semakin meningkat.

Baca Juga: Gempa Dangkal 5,4 Magnitudo di Selat Sunda Banten

Pertemuan ditutup dengan penyampaian rekomendasi oleh Profesor Jan Sopaheluwakan. Pakar dari Universitas Indonesia yang turut membidani lahirnya InaTEWS tersebut menyampaikan terkait upaya yang harus dilakukan ke depan. Meliputi peningkatan kapasitas di level regional, transformasi peringatan dini yang lebih humanis, pengembangan Tsunami Early Warning System menjadi Multi-Hazard Early Warning System. Kemudian di level ASEAN adalah peningkatan kerjasama untuk dapat mencapai 100 Percent Tsunami Ready Community.

Strategic meeting tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat disampaikan pada pertemuan level Pimpinan KTT ASEAN. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyambut baik gagasan BMKG dan akan mengupayakan untuk mengangkat isu tersebut di KTT ASEAN ke-42. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: 100 Percent Tsunami Ready CommunityASEAN Earthquake Information CenterBMKGKTT ASEAN 2023Pusat Koordinasi Multi Bahaya Kawasan ASEAN

Editor

Next Post
Ilustrasi pantai yang tercemar tumpahan minyak di laut. Foto junebug12851/pixabay.com.

Australia akan Buang Limbah Berbahaya, Awas Ancaman Tumpah di Laut Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media