Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Djumanto: Ikan Wader Rentan Punah, Bahkan Bisa Kritis

Ikan kecil-kecil yang digoreng garing dan sedap disantap dengan sambal terasi atau teman lauk nasi pecel itu ternyata rentan punah. Mengapa?

Rabu, 10 Mei 2023
A A
Guru Besar Ilmu Manajemen Sumberdaya Perikanan Fakultas Pertanian, Prof. Djumanto. Foto kagama.co.

Guru Besar Ilmu Manajemen Sumberdaya Perikanan Fakultas Pertanian, Prof. Djumanto. Foto kagama.co.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gambaran secara umum, perairan darat di DIY masih menyimpan 47 jenis ikan, meliputi 42 jenis ikan lokal atau asli. Serta 5 jenis ikan introduksi, yakni ikan red devil, guppy, nila, sapu-sapu, dan ekor pedang. Berdasarkan status keberadaannya, ikan berstatus risiko rendah sebanyak 83 persen, ikan berstatus belum dievaluasi sebesar 13 persen, sedangkan yang berstatus informasi data kurang dan rentan masing-masing 2 persen.

Salah satu spesies ikan yang berstatus rentan adalah ikan wader (Rasbora lateristriata). Ikan sungai berukuran kecil yang biasa digoreng garing untuk teman makan. Bahkan statusnya bisa meningkat menjadi kritis ketika kualitas habitat ikan wader mengalami penurunan yang sangat drastis, sehingga tidak cocok untuk berkembang biak.

“Ikan yang berstatus risiko rendah juga bisa menjadi rentan apabila tingkat penangkapan dan gangguan antropogenik lainnya sangat tinggi,” papar Prof. Djumanto dalam pidato pengukuhan Guru Besar berjudul “Tantangan Peningkatan Produksi dan Pelestarian Sumber Daya Ikan Asli Perairan Darat Indonesia” di Balai Senat UGM, Selasa, 9 Mei 2023.

Baca Juga: Gempa Dangkal 5,4 Magnitudo di Selat Sunda Banten

Guru Besar Ilmu Manajemen Sumberdaya Perikanan Fakultas Pertanian itu menjelaskan terdapat sejumlah faktor utama yang mengancam keberadaan ikan air tawar asli perairan darat, termasuk ikan wader. Ancaman tersebut sangat tinggi dengan jenis cukup beragam. Salah satunya adalah cara penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Semisal, menggunakan alat tangkap yang merusak berupa setrum atau kejut listrik.

Juga perilaku pemancing ikan maupun penggemar ikan yang kurang bertanggung jawab, seperti melepas spesies ikan tertentu yang berakibat pada penurunan populasi ikan mangsa. Lalu, introduksi spesies asing yang invasif bisa menjadi kompetitor atau predator ikan asli.

Perlindungan dan pelestarian terhadap ikan asli menurut Djumanto dapat dilakukan dengan beberapa cara. Seperti pemanfaatan ikan terkendali, pembuatan reservat, penebaran atau restocking, pengendalian ikan invasif, domestikasi ikan asli, dan modifikasi habitat pemijahan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: habitat pemijahanikan waderpredator ikan asliProf. DjumantoRasbora lateristriatarentan punahUGM

Editor

Next Post
Rentetan gempa di Selat Sunda Banten hingga Rabu, 10 Mei 2023, pukul 17.54 WIB sudah terjadi 29 kali. Foto tangkap layar Google Earth pusat gempa 5,2 magnitudo di Selat Sunda Banten.

Rentetan Gempa di Selat Sunda Banten 29 Kali Terjadi

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media