Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Bersepeda, Kampanye Melawan Pencemar dan Merebut Kembali Langit Biru Indonesia

Pada 2023 saja, Indonesia menghasilkan 10,8 juta ton sampah plastik. Tanpa intervensi serius, pada 2050 separuh sampah kita akan berupa plastik.

Minggu, 22 Juni 2025
A A
Tiga perempuan bersepeda dari Bali ke Jakarta untuk mengampanyekan penyelamatan lingkungan. Foto Dok. KLH/BPLH.

Tiga perempuan bersepeda dari Bali ke Jakarta untuk mengampanyekan penyelamatan lingkungan. Foto Dok. KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Ada Izin Tambang di Pulau Kecil Citlim di Kepulauan Riau

Kampanye ini menjadi bagian dari strategi KLH/BPLH dalam mendorong partisipasi publik yang inklusif, lintas generasi, dan berorientasi pada aksi nyata. Melalui semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, masyarakat Indonesia diajak untuk tidak menunggu perubahan datang dari atas, melainkan turut mendorongnya dari bawah, dari diri sendiri, dan dari hal-hal kecil.

Bersepeda adalah gaya hidup rendah emisi yang murah, sehat, dan dapat dilakukan siapa saja. Lewat perjalanan ini, KLH/BPLH mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda untuk memulai dari langkah yang sederhana. Cukup dengan memilih sepeda untuk beraktivitas harian, berarti telah berkontribusi menurunkan jejak karbon dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

“Kayuhan sepeda ini dalam rangka mendukung Gerakan Bali bebas plastik dan pengendalian polusi, dan akan kami sebarkan kesadaran melalui komunitas dan media sosial sepanjang perjalanan,” pungkas Lara, ketua tim perjalanan ini.

Baca juga: Hatma Suryatmojo, Berlakukan Moratorium Tambang di Kawasan Geopark, Pulau Kecil dan Hutan Lindung

Dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan ini: mengurangi konsumsi plastik sekali pakai, mendukung Gerakan Bali Bersih Sampah, beralih ke moda transportasi rendah emisi, serta membangun budaya hidup yang selaras dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Bebas sampah plastik 2029

Sementara pameran yang berlangsung hingga 24 Juni 2025 itu menjadi momentum krusial untuk menghentikan ancaman polusi plastik melalui aksi nyata lintas sektor.

“Pada 2023 saja, Indonesia menghasilkan 10,8 juta ton sampah plastik, dan lebih dari 6 juta ton di antaranya tidak terkelola dengan baik. Tanpa intervensi serius, pada 2050 separuh sampah kita akan berupa plastik,” ungkap Hanif mengutip data dunia saat membuka pameran.

Baca juga: Kompensasi Jejak Karbon, Kementerian Kehutanan Butuh Tanam 980 Ribu Pohon

KLH/BPLH pun menggulirkan berbagai langkah strategis. Pelarangan plastik sekali pakai secara bertahap hingga 2029, penghentian impor sampah plastik, penguatan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR), hingga pembangunan waste-toenergy di 33 kota besar.

Tak ketinggalan, sanksi tegas bagi pemerintah daerah yang masih melakukan open dumping diberlakukan mulai Maret 2025.

“Polusi plastik bukan sekadar isu lingkungan. Ini adalah krisis yang mengancam ekosistem, kesehatan, dan masa depan kita. Kita harus bergerak bersama dengan aksi nyata yang kolektif dan kolaboratif,” tegas Hanif.

KLH/BPLH mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen peringatan itu sebagai titik balik dengan mengubah gaya hidup, memperkuat komitmen, dan mengakhiri ketergantungan pada plastik sekali pakai. Sebab hanya dengan kolaborasi nyata, visi Indonesia Bebas Sampah Plastik 2029 bisa terwujud. [WLC02]

Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gerakan Bali Bersih SampahHari Lingkungan Hidup SeduniaHentikan Polusi PlastikMenteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiqplastik sekali pakai

Editor

Next Post
Ilustrasi musim kemarau. Foto Kapa65/pixabay.com.

Solstis Utara, Fenomena Penanda Awal Musim Kemarau di Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media