Selasa, 26 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Solstis Utara, Fenomena Penanda Awal Musim Kemarau di Indonesia

Melalui pemahaman sains berbasis fenomena alam, manusia bisa merancang kebijakan dan langkah adaptif yang lebih tepat sasaran bagi edukasi masyarakat.

Minggu, 22 Juni 2025
A A
Ilustrasi musim kemarau. Foto Kapa65/pixabay.com.

Ilustrasi musim kemarau. Foto Kapa65/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengungkap fenomena astronomi penting yang dikenal sebagai solstis utara atau summer solstice, yang terjadi setiap tahun pada tanggal 21 Juni. Fenomena ini merupakan titik balik penting dalam pergerakan semu tahunan matahari dan berdampak signifikan terhadap pola musim global, termasuk di Indonesia.

Apakah solstis utara itu?

Adalah momen ketika matahari mencapai posisi paling utara di langit Bumi. Peristiwa ini terjadi akibat kemiringan sumbu rotasi bumi saat mengelilingi matahari.  Thomas menyebut bahwa sejak 22 Desember hingga 21 Juni, titik terbit dan terbenam matahari secara perlahan bergeser ke arah utara. Pada 21 Juni, matahari tampak ‘berhenti’ di titik paling utara sebelum kembali bergeser ke selatan.

Fenomena solstis merupakan hasil dari kemiringan 23,5 derajat sumbu rotasi Bumi. Saat Bumi mengorbit matahari, bisa terlihat pergeseran posisi terbit dan terbenam matahari.

Baca juga: Bersepeda, Kampanye Melawan Pencemar dan Merebut Kembali Langit Biru Indonesia

“Pada solstis utara, matahari mencapai titik paling utara di langit dan menjadi penanda penting dalam siklus musim,” jelas Thomas melalui pesan tertulis, Jumat, 20 Juni 2025.

Dampak dari fenomena ini cukup signifikan bagi kehidupan di Bumi. Di belahan Bumi utara seperti Eropa, Amerika Utara, dan Asia bagian utara, solstis utara menandai awal musim panas. Sementara di belahan Bumi Selatan menjadi penanda awal musim dingin.

“Sedangkan di Indonesia, fenomena tersebut menjadi penanda awal musim kemarau,” imbuh dia.

Baca juga: Baru 19 Persen Wilayah di Indonesia Memasuki Musim Kemarau

Menurut Thomas, perubahan posisi matahari menyebabkan pergeseran pemanasan Bumi yang memengaruhi arah angin dan pergerakan awan. Setelah solstis utara, angin secara umum mulai bertiup dari selatan ke utara.

“Angin ini mendorong pembentukan awan ke arah utara, sehingga Indonesia secara umum mulai memasuki musim kemarau,” terang dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINmusim kemarauperalihan musimsolstis utarasummer solstice

Editor

Next Post
Komisi XII melakukan sidak ke industri-industri yang diduga merusak lingkungan di Belawan, Sumatra Utara, 20 Juni 2025. Foto Tasya/vel/DPR.

Komisi XII DPR Sidak ke Belawan, Temukan Industri Buang Limbah ke Laut hingga Timbun Limbah di Rawa

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media